Virus Corona di Jatim
Muhammadiyah Jatim Minta Aktivitas Lembaga Pendidikan dan Keagamaan Tak Dilonggarkan, Ini Alasannya
PW Muhammadiyah Jatim meminta pemerintah tidak terburu-buru untuk membuka kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - PW Muhammadiyah Jatim meminta pemerintah tidak terburu-buru untuk membuka kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan. Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Saad Ibrahim, menyebut menjaga agama dan nyawa lebih diutamakan dibanding menjaga akal dalam hal ini adalah pendidikan.
"Jangan kita terburu-buru, kalau kita mau membuka sekolah dan sebagainya. Karena itu berkaitan dengan keselamatan nyawa maka perlu dipikirkan ulang," ucap Saad, Minggu (31/5/2020).
Dari informasi yang ia terima, sampai saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang belum menentukan tanggal masuk sekolah.
"Menurut saya itu bagus. Gugus Covid-19 Jatim sendiri juga tidak terburu-buru kalau Juli harus masuk sekolah, saya kira itu betul," lanjutnya.
Dikhawatirkan Saad, jika lembaga pendidikan kembali dibuka maka angka penularan akan bertambah banyak.
"Tentu kasihan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang menjadi garda terdepan, makanya tidak usah terburu-buru," ucap Saad.
Tidak hanya lembaga pendidikan, Saad juga meminta aktivitas tempat ibadah tidak dilonggarkan.
"Segala hal yang kumpul-kumpul harus dihindarkan karena sangat sulit untuk terkontrol. Dokter dan perawat itu kurang apa protokol nya tapi kemudian banyak yang wafat. Yang ketat saja bisa begitu, apa lagi kita yang awam menerapkan protap, ya mungkin itu suatu bentuk usaha tapi bukan berarti kita bebas untuk berkumpul-kumpul," pungkasnya.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra