Virus Corona di Malang

Psikolog UB Beri Peringatan, Euforia Pasca PSBB Menuju New Normal Jadi Ancaman Penanganan Covid-19

Pemerintah harus menyosialisasikan aturan saat new normal kepada masyarakat secara baik.Sosialisasi itu bertujuan agar masyarakat mengerti

SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Psikolog Universitas Brawijaya Ika Herani 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Munculnya wacana new Normal untuk diterapkan di Indonesia termasuk di Malang bisa menjadi boomerang jika tidak terkonsep dengan baik.

Pasalnya, untuk daerah-daerah yang baru saja menerapkan PSBB, lalu dicabut status PSBBnya seperti Malang sangat memungkinkan muncul euforia di kalangan masyarakat.

Mengingat tidak semua lapisan masyarakat punya kesadaran, kedisiplinan dan pemahaman yang sama soal apa itu New Normal dan lanjutan upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Psikolog Universitas Brawijaya Ika Herani khawatir pemberlakuan masa transisi hingga new normal di Indonesia menimbulkan euforia.

Padahal, kurva Covid-19 di tanah air belum melandai bahkan terus naik.

“Masyarakat pasti ingin berkumpul lagi setelah tiga bulan di rumah. Jangan sampai terpancing euforia,” ucap Ika, Senin (1/6/2020).

Menurut dia, pemerintah harus menyosialisasikan aturan saat new normal kepada masyarakat secara baik.

Sosialisasi itu bertujuan agar masyarakat mengerti hal yang harus dipersiapkan agar tidak tertular Covid-19.

“Masyarakat pun harus mematuhi protokol kesahatan itu agar bisa berdampingan dengan virus corona,” ucapnya.

Ika mengatakan peran aktif komunitas juga turut berpengaruh terhadap keberhasilan new normal.

Saling mengingatkan dan tetap menjaga jarak bisa menghindarkan Indonesia dari bencana Covid-19 yang lebih parah.

“Misal ada yang tidak pakai masker saling mengingatkan. Hal ini bisa jadi membuat Indonesia terhindar dari bencana baru Covid-19,” tutupnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved