Breaking News:

Jendela Dunia

Terkait Virus Corona dan China, Twitter Hapus Lebih dari 170 Ribu Akun

Penghapusan ini terkait dengan kampanye pengaruh negara dari China yang berfokus pada protes Hong Kong, virus corona, dan protes di Amerika Serikat

www.thedrum.com
Logo Twitter 

Salah satu taktik diamati peneliti, dalam akun yang dikeluarkan dari dataset adalah akun lama yang sah dan telah diretas atau dibeli.

Kemudian, digunakan sebagai bagian dari kampanye.

Twitter bersama dengan perusahaan media sosial Amerika lainnya seperti Facebook dan Instagram, telah diblokir di China.

Memengarui persepsi

Para peneliti di Australian Strategic Policy Institute menemukan bahwa walaupun Twitter diblokir aksesnya di China, kampanye ini ditargetkan pada audiens berbahasa China di luar negeri, dengan maksud untuk mempengaruhi persepsi tentang isu-isu utama.

Para peneliti menganalisis 348.608 tweet pada Januari 2018 hingga April 2020.

Ditemukan sebagian besar tweet diunggah selama jam kerja di China antara Senin hingga Jumat dan dikirim pada akhir pekan.

Twitter mengatakan, jaringan China memiliki tautan ke operasi yang didukung negara sebelumnya yang dibongkar tahun lalu oleh Twitter, Facebook dan Google YouTube, yang telah mendorong narasi menyesatkan tentang dinamika politik di Hong Kong.

Operasi baru itu juga sangat berfokus pada Hong Kong, tapi juga mempromosikan pesan tentang pandemi corona, miliarder China yang diasingkan, Guo Wengui dan Taiwan, kata para peneliti.

Renee DiResta, di Stanford Internet Observatory mengatakan aktivitas jaringan meningkat pada akhir Januari, ketika wabah virus corona menyebar ke luar China dan melonjak pada bulan Maret.

Halaman
123
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved