Kamis, 9 April 2026

Virus Corona di Kota Batu

Kota Batu Belum Bisa Terapkan New Normal Life, Ini Sebabnya

Kota Batu belum bisa menerapkan new normal. Pasalnya, Rate of Transmission (RT) di Kota Batu di atas angka 1

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Batu, M Chori 

SURYAMALANG.COM | BATU - Kota Batu belum bisa menerapkan new normal. Pasalnya, Rate of Transmission (RT) di Kota Batu di atas angka 1, sementara penerapan new normal bisa dilaksanakan kalau RT berada di bawah angka 1.

Sekadar informasi, dikutip dari healthline.com, RT 1 berarti masih terjadi kasus infeksi baru terhadap satu orang. Virus masih ada namun tidak akan menyebar.

Jika angkanya di atas 1, berarti penularannya lebih dari satu orang dan berpotensi terjadi penyebaran. Jika kurang dari satu, penularan virus kemungkinan besar berhenti dan penyebaran berakhir.

"Hasil perhitungan angka Rate of Transmission (RT) Kota Batu angkanya 1, sehingga masih belum bisa menuju ke kenormalan baru. Sebab salah satu syarat untuk kenormalan baru, angka RT-nya harus di bawah 1," terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Batu, M Chori, Selasa (16/6/2020).

Masa transisipun masih tetap diberlakukan di Kota Batu.

Berdasarkan Perwali Batu No 56 Tahun 2020, jangka waktu pelaksanaan masa transisi ditetapkan berdasarkan kajian kondisi penyebaran Covid-19 di daerah.

"Status transisi sesuai Perwali No 56 Tahun 2020, Pasal 7," tegas Chori.

Pada Pasal 8, masa pemulihan dilaksanakan jika tidaj ada kasus baru selama masa transisi.

Kesiapan dan kesadaran semua lapisan masyarakat akan penerapan protokol kesehatan.

Berkaitan dengan hal itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan masih menunda operasional tempat wisata maupun aktivitas perhotelan.

Para pengelola destinasi wisata maupun perhotelan yang akan memulai usahanya diharuskan terlebih dulu mengajukan permohohan.

Hingga kini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu masih belum menerima pengajuan permohonan, baik dari pengelola wisata maupun perhotelan.

Bagi mereka yang telah mengajukan permohonan, selanjutnya akan menyurvei ke lokasi untuk mengetahui kesiapan pemenuhan standar protokol kesehatan.

Meski Dewanti menjabat sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, pihaknya belum mengetahui secara detail kesiapan prosedur protokol kesehatan di tiap-tiap destinasi wisata maupun perhotelan.

"Jatim Park Grup  infonya mau buka sebagai percobaan dulu. Tapi beberapa destinasi saja. Cuma saya nggak tahu apa Jatim Park 1 apa Jatim Park 2 yang akan dibuka lebih dulu," ungkap Dewanti.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved