Virus Corona di Tulungagung

Jadi Klaster Corona Baru, 1 Karyawan Bank BUMN Tulungagung Tulari 13 Rekan Kerja

GTPP Covid-19 Tulungagung mengungkap penularan virus corona di kalangan karyawan sebuah bank BUMN

Penulis: David Yohanes | Editor: isy
david yohanes/suryamalang.com
Wakil Jurbir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro 

SURYAMALANG.COM | TULUNGAGUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung mengungkap penularan virus corona di kalangan karyawan sebuah bank BUMN. Karena bersumber dari salah satu karyawan dan menyebar di kalangan karyawan, GTPP memasukkan dalam klaster baru.

Klaster ini bermula dari FW, seorang marketing yang melakukan perjalanan ke Surabaya, saat Idul Fitri kemarin. FW sempat izin tidak masuk karena sakit, kemudian diketahui terinfeksi virus corona. Dari hasil pelacakan, FW sudah menulari 13 orang lain, sesama rekan kerja.

"Karena dia sering berkunjung ke sejumlah kantor unit, yang tertular ada di banyak lokasi," ungkap Wakil Juru Bicara GTPP Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro, Rabu (17/6/2020).

FW sempat menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung.

Namun pihak bank mempunyai kebijakan sendiri, untuk mengarantina semua karyawannya di sebuah hotel.

Laporan terakhir ke GTPP, ada 15 orang yang di karantina termasuk seorang kepala kantor tempat FW bekera

"Yang kepala kantor ini sebenarnya belum dipastikan dia positif, tapi hasil rapid test dia reaktif," sambung Galih.

Pemindahan tempat karantina ke hotel ini juga sudah dilaporkan ke GTPP.

GTPP juga memberikan pendampingan serta ikut mengawasi, agar proses karantina tetap mengacu pada protokol kesehatan.

Pengawasan ini penting, karena ada para karyawan hotel yang harus dijaga agar tidak ikut tertular.

"Misalnya karyawan yang menyajikan makanan, harus dipastikan tidak ada kontak dengan pasien. Selain itu alat makan juga sekali pakai," tutur Galih.

Karena karantina dilakukan secara mandiri, seluruh biaya yang timbul ditanggung oleh pihak bank.

Termasuk keperluan untuk ransum para pasien dan suplemen untuk meningkatkan imun.

Galih mengingatkan, pola penularan saat ini sudah orang ke orang.

"Kalau dulu kan menular lewat kumpulan orang. Sekarang sudah antar kontak personal," ungkap Galih.

Saat ini jumlah pasien Covid-19 di Tulungagung sejumlah 175 orang.

Dari jumlah itu, 56 orang dinyatakan sembuh dan dua meninggal dunia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved