Nasional

Mengenal Jenderal Hoegeng, Polisi Jujur yang Disebut Gus Dur dalam Humornya

Jenderal Hoegeng Iman Santoso yang disebut Gus Dur sebagai polisi jujur, kini namanya ramai diperbincangkan.

Editor: eko darmoko
Dok. KOMPAS/Istimewa
Jenderal Hoegeng Iman Santoso 

Setelah Sekolah di HIS dan MULO Pekalongan, Hoegeng belajar di AMS A Yogyakarta.

Di Yogyakarta, Hoegeng membentuk sebuah band Hawaian dan mendapat tambahan biaya hidup dari band itu.

Selepas dari Yogyakarta, Hoegeng melanjutkan pendidikan ke Recht Hoge School (Sekolah Tinggi Hukum) di Batavia kemudian masuk Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Awal karier sebagai polisi

Setelah lulus dari PTIK pada 1952, Hoegeng ditempatkan di Jawa Timur.

Tugas keduanya sebagai Kepala Reskrim di Sumatera Utara yang menjadi batu ujian bagi seorang polisi karena daerah itu terkenal dengan penyelundupan.

Hoegeng disambut secara unik.

Rumah pribadi dan mobil telah disediakan beberapa cukong judi.

Tetapi, ia menolaknya dan memilih tinggal di hotel sebelum mendapatkan rumah dinas.

Tak berhenti di situ, rumah dinas itu lalu dipenuhi dengan perabot.

Perabot itu dikeluarkan secara paksa oleh Hoegeng dari rumahnya dan ditaruh di pinggir jalan.

Sikap Hoegeng ini pun membuat gempar Kota Medan.

Selepas dari Medan, Hoegeng kembali ke Jakarta dan ditugaskan Presiden Soekarno untuk menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi.

Chris Siner Key Timu dalam artikel "Pak Hoegeng dalam Kenangan" yang dimuat di Harian Kompas, 15 Juli 2004, menceritakan, Hoegeng meminta istrinya, Merry untuk menutup toko kembang.

Ketika istrinya menanyakan hubungan antara jabatan Dirjen Imigrasi dan toko kembang, Hoegeng menjawab singkat.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved