Breaking News:

Kronologi Bayi Baru Lahir di Pamekasan Dijenguk & Digendong Tetangga, Positif Covid-19, Meninggal

Kronologi bayi baru lahir di Pamekasan dijenguk dan digendong tetangga, positif Covid-19, meninggal di usia 40 hari.

Suryamalang.com/kolase Pixabay
ilustrasi bayi baru lahir 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kronologi bayi baru lahir positif Covid-19 di Pamekasan usai dijenguk tetangga terungkap. 

Disebutkan, bayi baru lahir positif Covid-19 tersebut saat dilahirkan dalam keadaan sehat termasuk orangtuanya.

Mirisnya, usai dinyatakan positif Covid-19, kondisi bayi di Pamekasan itu memburuk dan meninggal dunia di usia 40 hari. 

Peristiwa ini terjadi persisnya di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. 

Ilustrasi jenazah bayi
Ilustrasi jenazah bayi (Luma Pimentel/Unsplash )

Meski sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Smart Pamekasan, namun nyawa bayi tersebut tidak berhasil diselamatkan.

Ketua Satgas Penanganan Pasien Covid-19 RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat mengatakan, bayi tersebut saat dilahirkan dalam kondisi sehat.

Begitu juga dengan orangtuanya, namun setelah dibawa pulang, diketahui banyak warga yang menjenguk dan menggendongnya.

Tak beberapa waktu kemudian, bayi tersebut mengalami keluhan seperti demam, batuk dan sesak napas.

Oleh orangtuanya, bayi tersebut diperiksakan ke RSUD Smart Pamekasan pada 9 Juni 2020.

Ilustrasi, Erin Bates, bayi 6 bulan positif corona
Ilustrasi, Erin Bates, bayi 6 bulan positif corona (https://www.liverpoolecho.co.uk/)

Setelah diperiksa, ternyata gejala mengarah kepada Covid-19, oleh tim medis RSUD, bayi tersebut langsung dilakukan perawatan di ruang isolasi.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, bayi tersebut dinyatakan positif virus corona pada usia 28 hari.

"Kalau kedua orangtuanya negatif setelah dilakukan rapid test. Bayinya yang positif karena terserang melalui warga yang menjenguk saat kelahiran," ujarnya dikutip dari Kompas.com artikel 'Bayi Usia 40 Hari Tertular Corona'

Sementara hal sama juga disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pamekasan, Sigit Priyono.

Menurutnya, dari hasil tracing yang dilakukan, bayi tersebut diduga tertular dari para penjenguk yang datang ke rumahnya.

Pasalnya, di kecamatan tempat tinggal korban diketahui banyak warga yang berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) dan positif corona, namun tetap beraktivitas.

Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi (Istimewa)

Meski sempat mendapat perawatan medis di RSUD, namun bayi tersebut kondisinya diketahui terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada usia 40 hari.

"Kemarin jenazahnya sudah dimakamkan," terang Sigit Priyono dalam rilis yang disampaikan kepada Kompas.com.

Kejadian serupa juga terjadi sebelumnya di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Dua bayi yang baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idaman, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).

Tim medis rumah sakit melakukan pemeriksaan swab setelah beberapa saat dua bayi tersebut baru dilahirkan. 

Dua bayi yang baru dilahirkan dan terinfeksi virus corona ini berasal dari dua ibu yang berbeda.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza dalam video yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Senin (1/6/2020).

Sebelumnya pihak rumah sakit mencurigai adanya gejala Covid-19 pada kedua ibu yang melahirkan tersebut.

Kemudian oleh tim medis dilakukan pengambilan sampel darah untuk rapid tes.

Hasil rapid tes kedua ibu itu dinyatakan reaktif.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, dan Denpom IV/5 Semarang melaksanakan pemeriksaan swab test covid-19 di Paragon Mall Semarang, Rabu (20/5/2020).
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, dan Denpom IV/5 Semarang melaksanakan pemeriksaan swab test covid-19 di Paragon Mall Semarang, Rabu (20/5/2020). (Tribunbanyumas.com/ Hermawan Handaka)

Sehingga pemeriksaan dilanjutkan pada pengambilan swab tenggorokan dan hasilnya dinyatakan positif corona.

Rizana Mirza menjelaskan, masing masing ibu dari bayi tersebut datang ke RSUD Idaman Banjarbaru untuk proses melahirkan.

Lebih lanjut, ia menyebut, fenomena bayi baru lahir dari ibu yang terjangkit Covid-19 adalah sesuatu yang baru dalam perkembangan wabah virus corona di Banjarbaru.

"Melahirkan ada dua ibu itu ternyata terkonfirmasi, bayinya juga ikut yang dilahirkan itu positif sekarang," kata Rizana.

Rizana menambahkan, dua bayi tersebut tertular dari sang ibu yang terkonfirmasi positif corona.

"Jadi ada dua pasangan ibu sekarang dengan bayinya terkonfirmasi positif," ujar Rizana Mirza.

"Setelah melahirkan di rumah sakit RSUD Idaman Banjarbaru," sambungnya.

Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi (BBC)

Rizana juga mengatakan, observasi masih dilakukan oleh pihak rumah sakit guna mengetahui awal penularan virus corona pada bayi yang baru dilahirkan ibunya.

Apakah penularan terjadi pada saat bayi sudah dilahirkan atau masih dalam kandungan.

Sesuai dengan prosedur penanganan Covid 19, kini masing-masing ibu dan bayinya menjalani perawatan intensif di RSUD Idaman Banjarbaru.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved