Nasional

Prosedur Naik Pesawat dan Biayanya saat Pandemi Covid-19, Harus Disertai Hasil Test Rapid Atau Swab

Prosedur Naik Pesawat dan Biayanya saat Pandemi Covid-19, Harus Disertai Hasil Test Rapid Atau Swab

Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
FOTO ARSIP - Sejumlah pesawat terbang terparkir di Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda, Jumat (24/4/2020). 

"Akhirnya aku ambil low-fare flight-nya AirAsia, dapat yang Rp 820.000 udah sama bagasi," lanjutnya.

Untuk pulang kembali ke Semarang melalui Yogyakarta, Brigitta harus melengkapi dokumen tambahan seperti surat keterangan kerja dari kantornya di Bali, dan melakukan rapid test.

"Aku udah jadwalin Minggu depan mau rapid test di Rumah Sakit Universitas Udayana, biayanya sekitar Rp 350.000. Kalau swab itu tes metodenya kan PCR jadi Rp 900.000. Aku ambil yang rapid," ujarnya.

Ia mengatakan keputusannya mengambil rapid test lantaran Provinsi Bali mengizinkan masyarakat yang keluar dari Bali hanya perlu menunjukkan hasil rapid test.

"Kalau keluar dari Bali kayaknya oke-oke aja ya ambil rapid test. Nah, kalau yang masuk ke Bali itu kan baru harus disertakan swab test dengan metode PCR," terangnya.

Pendaftaran rapid test di Bali tak begitu sulit

Ia juga mengungkapkan, untuk memperoleh rumah sakit yang menyediakan rapid test maupun swab test di Bali tak begitu sulit.

Bahkan, menurutnya, pendaftaran rapid test dapat dilakukan hanya melalui aplikasi WhatsApp.

Ia hanya perlu menghubungi RS Universitas Udayana melalui WhatsApp.

Setelah itu, pihak RS akan melayani pendaftarannya.

Pada saat proses pendaftaran, ia bercerita, harus mengisi beberapa formulir online sebelum akhirnya dijadwalkan rapid test.

"Enggak gitu mahal kalau biayanya (rapid test), hanya yang bikin rada emosi itu kan masa berlakunya sekitar 3-7 hari," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengeluhkan tiket pesawat berbiaya rendah saat ini sudah sulit ditemukan.

"Kalau mau naik pesawat yang low budget kayak AirAsia, enggak semua hari tersedia, misalnya satu minggu itu cuman ada 3-4 kali penerbangan. Kasusnya ya kayak aku yang ke Yogyakarta ini," jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved