Jendela Dunia
Mark Zuckerberg Bos Facebook Kehilangan Rp 102,6 Triliun, Ada Kaitannya dengan Coca Cola dan Trump
Mark Zuckerberg Bos Facebook Kehilangan Rp 102,6 Triliun, Ada Kaitannya dengan Coca Cola dan Trump
Menilik skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook beberapa waktu lalu, jelas kabar ini menyisakan pertanyaan tentang bagaimana keamanan dan regulasi yang akan diberlakukan ke depannya.
Penggabungan tiga aplikasi ini seakan menguatkan tudingan monopoli media sosial yang dialamatkan Facebook beberapa waktu lalu.
Sebelum rencana ini terkuak, sebuah grup advokasi mengedarkan petisi yang meminta Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) untuk mendesak Facebook agar memecah anak-anak perusahaannya.
Tuntutan ini disuarakan karena ada dugaan upaya monopoli media sosial yang dilakukan Facebook.
"Inilah saatnya FTC dan regulator lain serta pembuat kebijakan untuk melakukan konfrontasi terhadap kekuasaan Facebook dan monopoli platform online-nya," jelas Co-Founder dan Direktur Eksekutif Demand Progress, David Segal yang ikut mendukung petisi ini.
Jika kabar konsolidasi aplikasi ini mulai berjalan, efeknya bisa memengaruhi miliaran pengguna yang masing-masing dimiliki WhatsApp, Instagram, dan Messenger.
Pada kuartal IV-2017 lalu, Zuckerberg sesumbar bahwa WhatsApp telah memiliki 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia.
Sementara Instagram tembus hingga 1 miliar pengguna pada pertengahan 2018 lalu.