Breaking News:

Travel

Masih Tutup, Wisatawan Tak Bisa Lihat Fenomena Embun Upas di Gunung Bromo Tahun Ini

Fenomena embun upas atau frost kembali terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo sejak 12 Juni 2020

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: isy
untung
Kawasan Gunung Bromo yang terdampak fenomena embun upas. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Fenomena embun upas atau frost kembali terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo sejak 12 Juni 2020. Dedaunan dan rumput terlihat putih karena dibalut es.

Pemandangan itu semakin menambah eksotika gunung suci bagi masyarakat Tengger.

Sayangnya, wisatawan tidak lagi bisa menyaksikan fenomena frost kali ini karena kawasan Gunung Bromo masih ditutup akibat pandemi corona. Pihak Taman Nasional Bromo Tengger dan Semeru (TNBTS) belum dapat memastikan kapan kawasan tersebut dibuka kembali.

“Standar Operasional Prosedur (SOP) pembukaan sudah kami susun. Tapi pelaksanaannya perlu dibicarakan lagi dengan berbagai pihak,” kata Humas TNBTS, Syarif Hidayat, Minggu (28/6/2020).

Fenomena embun upas yang terjadi di Gunung Bromo akibat suhu 0 derajat celsius.
Fenomena embun upas yang terjadi di Gunung Bromo akibat suhu 0 derajat celsius. (Humas TNBTS)

Dia menguraikan sejumlah prosedur yang telah disusun adalah mengenai pembatasan wisatawan di setiap spot seperti Lautan Pasir, Bukit Cinta, dan penanjakan.

Wisatawan yang diizinkan hanya sebesar 20 persen dari daya tampung.

“Kami juga wajibkan untuk reservasi tiket dulu secara online,” katanya.

Syarif mengatakan draft SOP tersebut telah disesuaikan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum, sehingga pencegahan penularan saat berwisata di TNBTS dapat dicegah.

Sebagai informasi, penutupan kawasan TNBTS untuk kegiatan wisata mengacu kepada surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tertanggal 15 Maret.

Selain itu, juga sesuai dengan edaran Bupati Probolinggo dan Lumajang tertanggal 16 Maret yang memerintahkan agar kawasan wisata di Kabupaten Probolinggo ditutup.

Kepala TNBTS pada waktu itu, John Kennedie mengatakan penutupan sementara ini akan terus dievaluasi dengan memperhatikan kebijakan dari Kementerian KLHK dan pemerintah daerah,

“Masyarakat diminta tenang, tidak panik,” ucap John.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved