Breaking News:

Virus Corona di Malang

UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 29 Juni 2020: 466 Pasien Covid & Pengetatan Sosial di Singosari

Berikut update virus corona di Malang Raya hari ini Senin 29 Juni 2020. 466 Pasien Covid & Pengetatan Sosial di Singosari

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
kolase suryamalang.com/Hayu Yudha Prabowo dan shutterstock via kompas.com
Update virus corona di Malang 29 Juni 2020 

SURYAMALANG.COM - Berikut update virus corona di Malang Raya hari ini 29 Juni 2020. 

update virus corona di Malang Raya hari ini merangkum perkembangan di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Melansir, dari infocovid19.jatimprov.go.id dari malam kemarin hingga pagi ini belum ada penambahan di tiga wilayah tersebut.

Saat ini di Kota Malang terdapat 197 orang yang terinfeksi virus corona.

Lalu di Kabupaten Malang terdapat 211 orang yang terinfeksi Covid-19.

Dan di Kota Batu penambahan terdapat 58 orang yang kini terkonfirmasi positif virus corona.

Selain UPDATE Virus Corona di Malang, dalam artikel ini terdapat informasi yang terdampak virus corona di Malang.

Agar lebih rinci, simak rangkuman update virus corona di Malang Raya Jawa Timur hari ini:

- UPDATE Virus Corona di Malang

Pasien Positif Covid-19 = 197 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 53 orang

Pasien Dirawat Covid-19 = 132 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 12 orang

ODP (Orang Dalam Pemantauan) = 986 orang

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 362 orang 

update virus corona di Kabupaten Malang

Pasien Positif Covid-19 = 211 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 62 orang

Pasien Dirawat Covid-19 = 75 orang

Isolasi di rumah = 17 orang 

Gedung observasi = 35 orang 

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 20 orang

ODP (Orang Dalam Pengawasan) = 525 orang

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 464 orang 

- update virus corona di Kota Batu 

Pasien Positif Covid-19 = 58 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 23 orang

Pasien Dirawat Covid-19 = 9 orang

Isolasi di Rumah = 21 orang 

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 4 orang

ODP (Orang Dalam Pemantauan) = 324 orang

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 113 orang 

- Berikut update berita terkait corona di Malang Raya Jawa Timur:

1. Tekan Penularan Corona, Pemkab Malang Bakal Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat. (erwin wicaksono/suryamalang.com)

Pemprov Jatim Sebut jumlah pasien corona di Kabupaten Malang mencapai 209 orang. Dari data itu menunjukkan penularan corona di Kabupaten Malang masih fluktuatif.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan Pemkab Malang menyikapi hal tersebut dengan penambahan cara masa transisi.

"Masih masa transisi, dari ketiga menuju ke empat," ujar Wahyu ketika dikonfirmasi, Minggu (28/6/2020).

Pada masa transisi keempat ini, Pemkab Malang bakal menggandeng perguruan tinggi.

Wahyu menyebut ada Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang (Unisma), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

"Tujuannya, membantu Pemkab memantau kondisi di kawasan zona merah. Nanti di Singosari di kawal oleh UB, Lawang dikawal oleh UIN, Karangploso oleh Unisma dan Dau oleh UMM," ujar Wahyu.

Wahyu menyebut masyarakat masih belum disiplin terapkan protokol kesehatan, sehingga peningkatan corona masih saja terjadi.

"Banyak yang tidak disiplin, impor case, juga klaster yang terus berkembang," terang akademis ITN Malang ini.

2. Pengetatan Sosial 2 Minggu, Hasil Penurunan Corona Belum Tampak. Begini Kata Camat Singosari Malang.

Pengetatan sosial secara mandiri di Kecamatan Singosari berakhir pada Senin 29 Juni 2020 setelah diberlalukan sejak dua pekan lalu. Namun, tingkat keberhasilan kebijakan menekan COVID-19 itu masih belum tampak.
Pengetatan sosial secara mandiri di Kecamatan Singosari berakhir pada Senin 29 Juni 2020 setelah diberlalukan sejak dua pekan lalu. Namun, tingkat keberhasilan kebijakan menekan COVID-19 itu masih belum tampak. (hayu yudha prabowo/suryamalang.com)

Pengetatan sosial secara mandiri di Kecamatan Singosari berakhir pada Senin 29 Juni 2020 setelah diberlalukan sejak dua pekan lalu. Namun, tingkat keberhasilan kebijakan menekan corona itu masih belum tampak.

"Karena itu (pengetatan sosial) tidak bisa dibuat acuan, penambahan COVID-19 pada saat Pengetatan sosial secara mandiri adalah dari data tiga minggu yang lalu," ujar Plt Camat Singosari, Agus Nuraji ketika dikonfirmasi, Minggu (28/6/2020).

Agus menuturkan ritme penambahan atau penurunan kasus terkonfirmasi COVID-19 di Singosari baru akan tampak pada dua hingga tiga minggu ke depan.

"Karena hasil test swab itu kan menunggu lama," ucap Agus.

Agus menjelaskan, hingga kini pasien terkonfirmasi corona di wilayahnya secara keseluruhan berjumlah 74 orang.

"Rinciannya, pasien sembuh berjumlah 13 orang, dan pasien meninggal berjumlah 12 orang. Sisanya masih dirawat," katanya.

Agus menyebut pengetatan sosial telah membawa dampak positif, terutama mengubah pola kebiasaan masyarakat dalam memakai masker.

"Kedisiplinan sudah meningkat daripada dulu-dulu. Jadi ini pengetatan sosial ada manfaatnya," tegas Agus.

Meski warganya dianggap telah disiplin, Agus mengatakan masyarakat Singosari masih perlu diawasi guna memastikan protokol kesehatan diterapkan.

"Pengawasan tetap terutama pemakaian masker, operasi tiap hari," ucap Agus.

Pihaknya juga akan menggandeng Satpol PP Kabupaten Malang untuk membiasakan masyarakat agar tetap disiplin.

"Operasi penertiban tersebut dilakukan saat pagi hari dibantu oleh Satpol PP di seluruh wilayah (Singosari)," beber Agus.

Seiring dengan berakhirnya pengetatan sosial, akses pintu masuk di beberapa jalan protokol di Singosari dibuka kembali.

Namun, sanksi sosial ternyata baru diterapkan saat pengetatan sosial berakhir masa pemberlakuannya.

"Pemberlakuan sanksi, ya pengambilan ktp lalu sanksi soal. Bagi yang usia muda seperti bersih-bersih menyapu jalan, kalau yang tua kita beru himbauan saja. Sanksi tersebut mulai diberlakukan mulai senin besok," tutur Agus.

3. Wali Kota Malang, Sutiaji Yakin Bisa Tekan Angka Covid-19 dalam Waktu 2 Pekan.

Wali Kota Malang, Sutiaji optimistis bisa mengurangi angka Covid-19 dalam waktu dua pekan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menarget Jawa Timur menekan penularan virus corona dua minggu ke depan.

"Saya yakin bisa," ucap Sutiaji, Minggu (28/6/2020).

Dia mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus bergerilya men-tracing seseorang yang kontak erat dengan pasien positif.

Upaya preventif dan kuratif, lanjut dia, juga terus dikuatkan.

"Mitigasinya dikuatkan, preventif dan kuratifnya kami kuatkan," katanya.

Sutiaji mengklaim penambahan 19 kasus positif per Sabtu (27/6) malam diperoleh dari tes swab yang dilakukan sebelum Presiden Jokowi memberi target ke Jawa Timur.

"Yang kemarin itu hasil swab beberapa hari lalu," tandasnya.

Sampai kini, terdapat 134 pasien positif yang masih menjalani perawatan dan isolasi, 49 sembuh dan 12 orang meningga dunia

(Aminatus Sofya/Erwin Wicaksono/Mohammad Erwin/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG.COM)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved