Virus Corona di Jatim

Dinas Pendidikan Jatim Luncurkan Mobil Anti Covid-19 Untuk Sterilkan Sekolah

mobil tersebut nantinya tidak hanya digunakan di lingkungan Dindik Jatim, melainkan juga untuk Cabang Dinas Pendidikan Jatim yang berada di daerah

Penulis: sulvi sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
KENDARAAN PEMBASMI COVID-19 - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi saat meresmikan dan mencoba fasilitas Kendaraan Pembasmi Covid-19 (KPC) karya UPT Pengembangan Teknis Ketrampilan Kejuruan (UPT PTKK) di halaman Dinas Pendidikan Jawa Timur, Jl Gentengkali, Rabu (1/7). Kendaraan itu nantinya akan digunakan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Dispendik Jatim dan keliling ke beberapa sekolah sebagai bagian untuk membasmi dan memotong rantai penularan Covid-19. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan Jawa Timur meluncurkan mobil anti Covid-19 yang mampu menjangkau hingga radius 50 meter di dalam ruangan.

Tak hanya difungsikan untuk pensterilan lingkungan kantor dinas,mobil ini rencananya juga akan difungsikan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi di sela peluncuran mengatakan mobil tersebut nantinya tidak hanya digunakan di lingkungan Dindik Jatim, melainkan juga untuk Cabang Dinas Pendidikan Jatim yang berada di berbagai daerah.

"Mobil ini dirancang oleh pegawai Dindik Jatim. Fungsinya untuk melakukan penyemprotan disinfektan di ruangan kantor dan sekolah. Namun sementara hanya digunakan di daerah Surabaya dan sekitarnya," ujarnya.

Mobil yang diluncurkan Dindik ini didesain unik dengan bagian pengemudi terbuka. Dan terdapat dua jenis penyemprot disinfektan.

"Itu ada lima kran yang mengeluarkan embun di atas tangki untuk luar ruangan. Di dalam ruangan nanti pakai selang keluarnya embun juga,"pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pengembangan Teknis Keterampilan Kejuruan (PTKK) Dindik Jatim, Wahyu Suryo Herminoko menjelaskan ide pembuatan mobil anti Covid-19 ini tercetus saat masa pandemi.

Butuh waktu setidaknya selama dua bulan untuk menyelesaikan rancangannya. Terlebih kerangka mobil dibuat dari barang-barang bekas.

"Jadi teman-teman (PTKK) punya inovasi dan gagasan bagaimana membuat mobil penyemprotan disinfektan. Sehingga kami manfaatkan mesin bekas mobil fultura yang rusak dan dimodifikasi," ujar pria yang akrab disapa Narko ini.

Lebih lanjut, Narko mengatakan kapasitas mobil muat untuk 1.500 liter cairan disinfektan. Cairan tersebut berbentuk embun sehingga baik digunakan di luar dan dalam ruangan.

"Kemarin kami isi disinfektan kurang lebih 50 liter dan sabun cair. Dengan jangkauan jarak maksimal 50 meter," kata dia.

Selain itu, Narko mengemukakan selama masa pandemi berbagai agenda pelatihan keterampilan harus tertunda.

Alhasil, kegiatan tersebut dialihkan pada gagasan ide-ide inovatif dari para pegawai PTKK.

"Insya Allah nanti akan ada ide ide inovatif lainnya," ucapnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved