Berita Arema Hari Ini

Manajemen Arema FC Beber Pengeluaran Perbulan Untuk Gaji Pemain dan Pelatih, September Bakal Naik

Per September atau sebulan sebelum kompetisi kembali bergulir, seluruh klub Liga 1 memiliki kewajiban baru membayar gaji pemain dan pelatih 50 %

SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Manajemen Arema FC membeber pengeluaran bulanan untuk membayar gaji pemain sela  kompetisi diliuburkan karena pandemi virus Corona.

Sejak bulan Maret hingga Agustus mendatang, klub Arema FC memiliki kewajiban membayar gaji pemain dan pelatih, maksimal sebesar 25 persen dari kontrak gaji awal.

Ini terjadi karena kompetisi dihentikan lantaran wabah corona.

Besaran uang perbulan yang harus dikeluarkan manajemen Arema FC untuk membayarkan gaji pemain dan pelatih, 25 persen dari kontrak awal total yakni Rp 575 juta.

Sehingga apabila saat kompetisi sudah kembali bergulir, dan klub wajib membayar gaji sebesar 50 persen, maka manajemen Arema FC harus mengeluarkan anggaran dua kali lipat atau naik 100 persen dari pengeluaran saat ini.

Terhitung klub harus menyiapkan Rp 1.150.000.000 perbulan, mulai bulan September atau satu bulan sebelum kompetisi dimulai.

Untuk diketahui, mulai bulan September atau sebulan sebelum kompetisi kembali bergulir, seluruh klub Liga 1 memiliki kewajiban baru membayar gaji pemain dan pelatih kisaran 50 persen dari nilai kontrak awal.

Ini terjadi karena renegosiasi kontrak yang telah diputuskan oleh PSSI.

"Kami tegaskan, tidak ada ceritanya renegosiasi kontrak ini agar klub berhemat. Ini untuk meminimalisir kerugian yang tentunya dialami semua klub karena wabah corona. Kondisi normal saja kami rugi kok, apalagi seperti sekarang," kata General Manager Arema FC Ruddy Widodo pada Surya, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Ruddy mengatakan, saat ini yang terpenting bukan soal hitung-hitungan rugi atau untung, namun bagaimana caranya mengembalikan industri sepak bola Indonesia yang vakum empat bulan karena virus Corona.

"Anggap saja ini hobi. Jadi nafas dan semangatnya sekarang itu demi recovery kebangkitan industri sepak bola Indonesia. Lagipula nanti kalau Liganya bagus, sepak bolanya bagus, klubnya bagus otomatis kesejahteraan pemain dan pelatih juga bagus. Kalau ada penyesuaianpun gaji mereka juga masih tinggi-tinggi. Yang penting industri ini tumbuh kembali," jelasnya

Penulis: Dya Ayu
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved