Breaking News:

Virus Corona di Blitar

Dampak Corona, Target PAD Kota Blitar Turun Rp 66 Miliar

Target pendapatan asli daerah (PAD) Kota Blitar pada 2020 ini turun Rp 66 miliar.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: isy
samsul hadi/suryamalang.com
Kepala BPKAD Kota Blitar, Widodo Sapto Johanes. 

SURYAMALANG.COM | BLITAR - Target pendapatan asli daerah (PAD) Kota Blitar pada 2020 ini turun Rp 66 miliar, dari target semula sebesar Rp 174 miliar turun menjadi Rp 108 miliar. Penurunan ini akibat dampak pandemi corona.

"Pemkot melakukan penyesuaian target PAD akibat dampak pandemi corona. Target PAD tahun ini berkurang sekitar 37,81 persen, dari awalnya Rp 174 miliar turun menjadi Rp 108 miliar," kata Kepala BPKAD Kota Blitar, Widodo Sapto Johanes, Kamis (2/7/2020).

Widodo mengatakan penurunan target PAD itu sudah melalui penghitungan dari bulan ke bulan. Sejak terjadi pandemi corona, ungkapnya, tidak ada kegiatan yang menjadi pemasukan PAD.

"Mulai April, Mei, Juni, nyaris tidak ada kegiatan sama sekali. Pendapatan asli daerah kosong. Kami malah harus memberi insentif berupa pembebasan pajak selama tiga bulan untuk hotel, restoran, tempat hiburan, dan parkir di masa pandemi Covid-19," ujar Widodo.

Dikatakannya, penyumbang PAD paling besar di Kota Blitar, yaitu, dari sektor pajak daerah dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Mardi Waluyo.

Target PAD dari pajak daerah Rp 36 miliar sedang dari BLUD RSUD Mardi Waluyo Rp 115 miliar.

"Target PAD dari pajak daerah dari awal Rp 36 miliar turun menjadi 21 miliar. Sedangkan target PAD dari RSUD dari Rp 115 miliar turun menjadi Rp 70 miliar. Untuk target PAD RSUD rencananya akan kami naikkan lagi di PAK menjadi Rp 88 miliar," ujarnya.

Tetapi, kata Widodo, mulai awal Juli 2020, setelah diberlakukan new normal atau normal baru, akan dilakukan penyesuaian kembali terkait target PAD dari sektor pajak daerah.

Sejumlah usaha mulai beroperasi lagi di masa normal baru.

"Awal Juli ini kami lakukan penyesuaian kembali. Sekarang restoran sudah mulai buka kembali. Meski nilainya tidak sebesar saat kondisi normal, kami meminta wajib pajak untuk melaporkan pendapatan sesuai omzet yang didapatkan," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved