Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona di Kota Batu

RW 6 Dusun Ngandat Desa Mojorejo Kota Batu Lakukan PSBL, Ini Alasannya

Dusun Ngandat di Desa Mojorejo Kota Batu melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) mulai Senin (6/7/2020)

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Warga melewati bilik desinfektan saat hendak memasuki kawasan RW 6 Dusun Ngandat Desa Mojorejo Kota Batu yang tengah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL), Senin (6/7/2020). 

SURYAMALANG.COM | BATU – Dusun Ngandat di Desa Mojorejo melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) mulai Senin (6/7/2020). Pelaksanaan PSBL akan berlangsung selama 14 hari ke depan. PSBL di Desa Mojorejo terfokus di RW 6.

Di depan gerbang masuk RW 6, terdapat bilik desinfektan yang selalu menyemprot setiap orang yang masuk. Petugas juga berjaga-jaga di pintu gerbang. Petugas yang menjaga dibekali alat pengukur suhu tubuh atau thermal gun.

Kepala Desa Mojorejo, Rujito, juga terlihat berada di depan gerbang masuk RW 6. Ia bersama sejumlah stafnya berada di lokasi pada Senin siang. Rujito mengatakan, pelaksanaan PSBL dilakukan karena jumlah penularan virus corona jenis baru yang menyebabkan Covid-19 di RW 6 meningkat.

“Dengan bertambahnya kasus, dari Dinkes Batu sudah mengindikasikan bahwa ini sudah memenuhi syarat diberlakukan SBL meskipun secara resmi surat baru kami layangkan hari ini,” ujar Rujito, Senin (6/7/2020).

Rujito juga mengatakan, berdasarkan rapat bersama sejumlah pihak, mulai tingkat kota hingga kecamatan, maka kawasan yang saat ini melaksanakan PSBL direncanakan menjadi Kampung Tangguh.

“Sekaligus hasil perundingan dengan Satgas Kecamatan, dijadikan Kampung Tangguh karena di sini ada modal yang besar, lokasi bukan jalan tembus, dari sisi peran serta masyarakat juga sangat tinggi karena di sini merupakan kampung kerukunan umat beragama. Hal seperti keamanan, ekonomi dan sosial sangat mendukung,” tegas Rujito.

Diterangkannya, target PSBL selama 14 hari ke depan adalah menurunkan angka penularan warga terkonfirmasi positif corona.

Pada Jumat pekan lalu, sejumlah warga di RW 6 telah melakukan swab.

Total telah ada 24 orang yang melaksanakan swab di RW 6.

Dari hasil tersebut, 15 sisanya masih menunggu pengumuman hasil.

“Targetnya, yang pertama, meminimalkan kasus di RW 6. Penambahan hari per hari hasil swab menunjukkan positif supaya tidak berkembang terus, itu yang utama. Kedua, memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan sehingga saat menuju kenormalan baru sudah terbiasa,” ungkapnya.

Kata Rujito, persebaran Covid-19 di RW 6 berasal dari klaster keluarga.

Awalnya, terdapat warga yang meninggal yang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan.

Kemudian, keluarga terdekat orang yang meninggal tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari Dinkes, masyarakat, dan keluarga telah mengambil langkah antisipatif, salah satunya memakamkan dengan protokol. Namun kami tidak bisa menjamin 100 persen sehingga pada akhirnya keluarga dekat juga terkontaminasi,” jelasnya. 

Data per 5 Juli 2020 pukul 15.00, ada 11 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa Mojorejo.

Ada 2 orang yang sembuh dan juga meninggal.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang dan orang dalam pantauan (ODP) ada 1 orang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved