Senin, 4 Mei 2026

Kota Batu

Beda dengan Malang, Batu Belum Prioritaskan Feeder Trans Jatim Utamakan Angkutan Pelajar Gratis

Pilih Pelajar daripada Feeder? saat Kota Malang sibuk menata trayek angkutan penghubung Trans Jatim, Kota Batu justru punya pandangan berbeda.

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM/Purwanto
TRANS JATIM MALANG - Bus Trans Jatim koridor Malang Raya dengan nama Gajayana terparkir di kawasan Tugu Balai Kota Malang, Jawa Timur pada launching perdana, Kamis (20/11/2025). Kota Malang kini tengah bersiap untuk penataan ulang trayek angkutan kota untuk mendukung operasional kendaraan feeder (angkutan penghubung) yang terintegrasi dengan layanan bus Trans Jatim, namun Kota Batu tidak ada rencana feeder. 
Ringkasan Berita:
  • Kota Malang sedang bersiap menata trayek feeder terintegrasi Trans Jatim, sedangkan Kota Batu belum memiliki rencana serupa.
  • Pengurus APMPU Kota Batu, Aro Sujarwo, menyebut konsep feeder saat ini masih rumit dan memerlukan persiapan matang agar sesuai dengan kultur transportasi lokal.
  • Ada kekhawatiran operasional feeder berakhir sia-sia jika strategi penerjemahan regulasi dari Gubernur tidak dikaji secara mendalam sesuai kebutuhan wilayah.

SURYAMALANG.COM, BATU - Kota Malang kini tengah bersiap untuk penataan ulang trayek angkutan kota untuk mendukung operasional kendaraan feeder (angkutan penghubung) yang terintegrasi dengan layanan bus Trans Jatim Malang Raya.

Berbeda dengan Kota Malang, Kota Batu justru tidak ada rencana untuk operasional kendaraan feeder. 

Pengurus Aliansi Pengemudi Mobil Penumpang Umum (APMPU) Kota Batu, dan Ketua Jalur di Batu-Landungsari, Aro Sujarwo mengatakan, soal feeder memerlukan kajian menyeluruh yang harus dipersiapkan secara matang.

Baca juga: Motif Perselingkuhan di Balik Pembacokan Kuli di Surabaya, Suami Cemburu Buta Gara-Gara Foto TikTok

“Kalau untuk feeder di Kota Batu sepertinya masih belum. Wacana atau konsep feeder sekarang ini masih agak ribet" kata Aro Sujarwo kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (3/5/2026).

"Tentu dalam menata feeder butuh kajian dan kesiapan yang matang,” lanjutnya. 

“Kami memang tahu bahwa ada surat edaran Gubernur tentang penyediaan feeder di setiap kota yang ada Trans Jatimnya, tapi pengaplikasiannya butuh kajian mendalam sesuai kultur, dan budaya wilayah transportasi lokalnya,” tambahnya.

Kajian Mendalam Terkait Kultur Lokal

Aro menuturkan, pemerintah dalam hal ini perlu benar-benar mempersiapkan dan mengkaji betul jika nantinya akan menerapkan operasional kendaraan feeder.

Pasalnya, menurut Aro, jika tidak tepat strategi dalam penerjemahannya dapat berakhir mubazir.

Baca juga: Dishub Kota Malang Siapkan Trayek Baru untuk Feeder, Angkot Akan Terintegrasi dengan Trans Jatim

“Soal feeder ini setahu saya di Kota Malang pun juga masih tarik ulur dan belum fix banget dari rencana-rencana kemarin setelah meluncurnya Trans Jatim Koridor I yang berkaitan dengan penerapan angkutan pelajar gratis, meskipun sudah disiapkan anggarannya,” jelasnya. 

Keberlanjutan Program APEL Gratis di Kota Batu

Perlu diketahui, Kota Batu telah lebih dahulu menerapkan program angkutan gratis untuk pelajar.

Program bertajuk APEL (Angkutan Pelajar) Gratis tersebut bahkan masih konsisten berjalan hingga saat ini.

Total lebih dari 60 armada angkot dan sopir angkot tergabung dalam program layanan transportasi antar jemput sekolah gratis bagi siswa di Kota Batu.

Program ini dibuat untuk mengurangi biaya sekolah, dan mengurangi angka kecelakaan pelajar yang mengendarai sepeda motor untuk berangkat sekolah.

Baca juga: Angkutan Feeder Trans Jatim di Malang Belum Terealisasi, Organda Desak Pemkot Segera Bertindak

APEL mulai bergulir sejak tahun 2024 lal,  saat era kepemimpinan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved