Berita Magetan Hari Ini
Identitas Mayat di Puncak Lawu Terungkap, Korban Menghilang Saat Mengantar Teman Wanitanya
Jenazah itu diketahui sebagai Andi Sulistiawan (18), warga Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Identitas mayat yang diketemukan di dasar tebing, sekitar100 meter dari Hargodalem, Puncak Gunung Lawu, yang terletak diketinggian 3265 dpl terungkap.
Jenazah itu diketahui sebagai Andi Sulistiawan (18), warga Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.
Identitas korban diketahui dari keberadaan rombongannya saat mendaki gunung Lawu.
Ketua Rombongan korban, Ervan Hermanto menyebutkan, Andi Sulistiawan diketahui terakhir kali Minggu (6/7/2020) sekitar pukul 03.00 WIB.
"Saat itu, teman kami Nurhayati, satu satunya perempuan dalam rombongan, ingin buang air, membangunkan saya, tapi yang bangun Andi Sulistiawan, dan dia bersedia mengantarkan,"kata Ervan Harmanto, warga Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini.
Dikatakan Ervan Harmanto, rombongan yang diketuai terdiri dari enam orang survivor pendakian puncak Gunung Lawu, lima orang termasuk Ervan, terdiri dari laki laki, dan Nurhayati, satu satu perempuan.
"Saat ngantar Nurhayati itu, terakhir kali saya melihat almarhum (Andi Sulistiawan). Karena setelah itu, Nurhayati sendiri juga mencari, namun tidak ditemukan,"jelasnya.
Rombongan yang diketuai Ervan, naik ke puncak Gunung Lawu, menjelang Ashar, Sabtu (4/7/2020) sekitar pukul 14.00 WIB dan sampai di puncak Gunung Lawu sekitar pukul 22.00 WIB.
Sebelumnya, lanjut Ervan, dengan hilangnya Andi Sulistiawan anak warga Dukuh Puntukrejo, RT001/RW014, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, rombongan sudah melapor ke Base Camp (BC) Pos pintu pendakian Cemorosewu, Plaosan, Magetan.
"Kami mencari Andi Sulistiawan sampai ke Hargo Dalem, Pasar Dieng sampai Hargo Tiling, hingga pukul 13.00. Setelah tidak ditemukan, Minggu (5/7/2020), sekitar pukul 17.00 WIB, kami melapor ke Base Camp (BC) Cemorosewu,"kata Ervan.
Keesokan harinya, Jarwo anggota Paguyuban Giri Lawu (PGL) yang bertugas di Puncak Gunung Lawu melapor ke BC Cemorosewu menemukan mayat di wilayah Geger Boyo.
Namun karena belum ada pihak berwenang, Jarwo tidak berani mendekat.
"Mas Jarwo melapor ke Base Camp, Senin (6/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. Tapi karena tidak berani mendekat, sebelum ada petugas Kepolisian. Anggota PGL itu hanya melapor ke Base Camp belum berani bertindak,"kata Supriyanto, Kepala Urusan Tata Usaha dan Teknik Kehutanan PT Perhutani Lawu Selatan kepada Surya, Senin (6/7/2020).
Sesuai informasi jenazah Andi Sulistiawan mestinya dievakuasi, Senin (6/7/2020), sekitar pukul 15.00 WIB.
Namun cuaca di puncak Gunung Lawu tiba tiba berubah ektrim.
Sehingga petugas SAR gabungan, menunda evakuasi jenazah Andi Sulistiawan yang ditemukan di tebing wilayah Jawa Tengah itu sampai cuaca membaik.
Rencananya jenazah dilewatkan lewat pintu pendakian Cemorokandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/korban-gunung-lawu.jpg)