Berita Blitar Hari Ini

Polisi Masih Cari Jenis Miras yang Diminum 2 Korban Tewas di Blitar

Polisi belum mengetahui jenis miras yang diminum dua korban meninggal diduga overdosis miras di Blitar

Penulis: Samsul Hadi | Editor: isy
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Kedua jenazah korban diduga overdosis miras masih berada di kamar mayat RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Selasa (7/7/2020). 

SURYAMALANG.COM | BLITAR - Polisi belum mengetahui jenis miras yang diminum dua korban meninggal diduga overdosis miras di Blitar. Polisi tidak menemukan sisa minuman di lokasi awal pesta miras di acara musik elektone di Jalan Joko Kandung Kota Blitar.

"Kami belum tahu jenis miras yang diminum apa dan beli di mana, karena yang bawa minuman salah satu korban yang meninggal," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, Selasa (7/7/2020).

Pesta Miras Berujung 2 Korban Tewas di Blitar, Polisi Periksa Pemilik Kafe yang Dipakai

Leonard mengatakan salah satu korban, SR membawa minuman yang dikemas dalam botol air mineral ukuran 1,5 liter saat datang di acara musik elektone di Jalan Joko Kandung, Kota Blitar, Sabtu (4/7/2020) malam. Korban kemudian meminum miras itu dengan empat orang lainnya.

"Yang ikut minum ada lima orang. Yang meninggal dua orang, sedang yang tiga orang sampai sekarang kondisinya baik-baik saja," ujarnya.

Dikatakannya, korban bersama temannya melanjutkan pesta miras di salah satu kafe di wilayah Nglegok, Kabupaten Blitar hingga Minggu (5/7/2020) dini hari.

Di kafe itu, korban bersama teman-temannya minum miras dengan alkohol kadar rendah.

"Kalau di lokasi kedua, di sebuah kafe di Nglegok, itu diketahui jenis minumannya, karena ada bukti pembeliannya. Mereka minum bir putih dan anggur merah. Kami sudah menyita botol sisa minuman dari kafe," katanya.

Menurutnya, polisi masih mencari jenis dan tempat penjual miras yang dikonsumsi korban.

Polisi juga sudah meminta keterangan sejumlah sakit terkait kasus dua warga meninggal seusai pesta miras itu.

"Kami sudah memeriksa sejumlah saksi, mulai teman korban yang ikut minum, pemilik rumah yang dipakai acara musik elektone, dan pemilik kafe. Soal elektone itu merupakan grup musik elektone keliling yang bisa dipanggil ke rumah," katanya.

Sebelumnya, dua warga Blitar meninggal dunia setelah menggelar pesta minuman keras (miras) oplosan.

Kedua korban diduga overdosis minuman keras oplosan.

Korban meninggal, yaitu, SR (40) warga Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar dan G (42) warga Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Kedua korban meninggal saat perawatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar pada Senin (6/7/2020).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved