Virus Corona di Jatim

Jelang Deadline Presiden Jokowi, Tren Kesembuhan Kasus Covid-19 Jatim Naik, Pertumbuhan Tetap Tinggi

Dari update terakhir 7 Juli 2020 malam, dari total kasus covid-19 Jatim sebanyak 14.578, yang berhasil sembuh ada sebanyak 5.316 orang.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi , Rabu (17/6/2020) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Deadline Presiden Jokowi untuk Jawa Timur menurunkan kasus covid-19 secara signifikan dalam dua pekan, jatuh pada hari Kamis (9/7/2020).

Dalam hal ini pertambahan kasus covid-19 di Jawa Timur belum menunjukkan tren penurunan.

Namun kabar baiknya, angka kesembuhan kasus covid-19 meningkat pesat.

Hal tersebut terlihat dari data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, per hari ini tingkat kesembuhan atau recovery rate kasus covid-19 Jatim tembus 36,47 persen.

Dari update terakhir 7 Juli 2020 malam, dari total kasus covid-19 Jatim sebanyak 14.578, yang berhasil sembuh ada sebanyak 5.316 orang.

Jika dibandingkan dengan tanggal 25 Juni 2020, saat kedatangan Presiden Jokowi, angka kesembuhan atau recovery rate kasus covid-19 Jawa Timur saat itu 32,56 persen.

Dua pekan lalu, jumlah kasus covid-19 Jatim 10.432 dan yang sembuh 3.429 orang.

“Yang berhasil kita kendalikan adalah angka kesembuhan kasus. Ini sangat berarti,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi, Rabu (8/7/2020).

Dari catatan data yang ada recovery rate covid-19 Jatim, angka kesembuhan hari ini yaitu 36,47 persen ini adalah angka recovery rate tertinggi di Jawa Timur dalam dua bulan terakhir.

Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka pengendalian kasus covid-19. Termasuk dalam mengingkatkan upaya penanganan 3T, tracing, testing dan treatment.

Yang terbaru, kemarin bersama Pangkogabwilhan II bersama Gugus Tugas meluncurkan sistem rujukan satu pintu atau one gate referral system untuk melakukan penataan dan distribusi pasien ringan, sedang hingga berat.

Sistem ini sudah mengintegrasikan data ketersediaan fasilitas layanan untuk pasien covid-19 di 31 rumah sakit di Surabaya Raya.

Rencananya akan terus dikembangkan di 99 rumah sakit rujukan di Jatim.

Sistem ini diharapkan bisa memberikan pemetaan yang tepat dalam distribusi hingga relaksasi pasien. Sebab sesuai arahan Presiden Joko Widodo saat berkunjung di Jatim, adalah melakukan relaksasi dan distribusi pasien covid-19.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved