Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Dishub Jatim Perketat Pengawasan Saat Penerbangan di Juanda meningkat, Penerapan SE Gugus Tugas

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan khususnya dalam hal pengaturan transportasi

TribunJatim/Fikri Firmansyah
Ilustrasi - Penumpang dari berbagai maskapai yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Juanda sedang diukur suhu tubuhnya dengan thermo gun dan diperiksa kelengkapan dokumennya, Jumat (8/5/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan mengingat penerbangan di Juanda Mulai Meningkat.

Dishub Perketat Pengawasan Bandara Juanda sebagai penerapan SE Gugus Tugas No 9 Tahun 2020

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan khususnya dalam hal pengaturan transportasi setelah terbitnya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2009 pada tanggal 26 Juni 2020.

SE tersebut mengatur tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman dari covid-19.

“Mulai kemarin tanggal 16 Juli 2020, ada kenaikan traffict pesawat di bandara Juanda. Dari 11 penerbangan menjadi 14 penerbangan per hari untuk dalam negeri. Sedangkan untuk penerbangan internasional hanya 2 penerbangan per hari dan hanya Malaysia,” kata Kadishub Provinsi Jawa Timur Nyono, Jumat (17/7/2020).

Dengan kenaikan intensitas ini dan juga seiring dengan terbitnya SE No 9 Tahun 2020 tersebut maka syarat yang harus dipenuhi penumpang yang ingin melakukan perjalanan kembali diperketat.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang dalam negeri, dengan transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, dan udara maka harus memenuhi persyaratan menunjukkan identitas diri KTP yang sah, dan menunjukkan uji rapid test maupun PCR Test dengan nasil non reaktif maupun negatif yang berlaku 14 hari saat keberangkatan.

Begitu juga dengan persyaratan perjalanan orang kedatangan luar negeri.

Setiap individu yang datang dari luar negeri harus melaksanakan PCR Test saat tiba.

Bila belum melaksanakan dan tidak dapat menunjukkan surat hasil PCR test dari negara keberangkatan.

“Kami memang fungsinya adalah koordinatif. Terkait syarakat membawa rapid test sejauh ini tingkat kepatuhan masyarakat sudah tinggi. Sebab juga diawasi langsung oleh agen penyedia tiket. Sehingga surat keterangan sehat maupun rapid test atau swab juga menjadi syarat bisa dibelinya tiket,” kata Nyono.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved