Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Pemprov Jatim Punya Mobil PCR Sendiri, Tes Swab Covid-19 dengan Kapasitas 300 Sampel Per Hari

Sehari bisa melakukan uji spesimen hingga 150-300 sampel. Sehingga bisa membantu menyelesaikan antrian tes sampel yang menumpuk di daerah.

SURYAMALANG.COM/Fatimatuz Zahro
Peresmian mobile molecular laboratory tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Dirut RSUD Dr Soetomo Joni Wahyuadi, Jumat (17/7/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini memiliki mobil PCR sendiri. Jika biasanya dibantu BNPB, kini Jatim sudah punya sendiri mobile molecular laboratory yang dioperasikan oleh RSUD Dr Soetomo.

Siang ini, Jumat (17/7/2020), peresmian mobile molecular laboratory tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Dirut RSUD Dr Soetomo Joni Wahyuadi.

Mobil ini diluncurkan berbarengan dengan peresmian Pusat Pelayanan Pendidikan dan Riset Penyakit Menular di RSUD Dr Soetomo.

“Mobil RT-PCR ini kita gagas untuk upaya percepatan dan perluasan penjangkauan. Targetnya dengan adanya Mobile Molecular Laboratory ini bisa membantu melakukan penjangkauan untuk swab test di berbagai daerah di Jawa Timur. Jadi selama ini kita disupport BNPB, nah mulai hari ini RSUD dr Soetomo sudah menyiapkan mobil sendiri agar percepatan penanganan bisa kita capai,” kata Khofifah.

Mobil ini swab test dengan metode real time PCR ini memiliki kemampuan tes spesimen yang cukup banyak.

Sehari bisa melakukan uji spesimen hingga 150-300 sampel. Sehingga bisa membantu menyelesaikan antrian tes sampel yang menumpuk di daerah.

“Sesuai arahan dari Pak Presiden, yang menjadi jurus kita dalam penanggulangan covid-19 adalah 3T. Yaitu testing, tracing dan treatment. Maka yang kita luncurkan hari ini yaitu mobile molecular laboratory ini adalah untuk mempercepat dan memperbanyak test, kemudian peresmian lembaga pelayanan dan riset penyakit menular ini adalah penguatan treatmen,” kata Khofifah.

Oleh sebab itu, ia berharap agar penanganan covid-19 di Jatim bisa kian maksimal. Sehingga kasus bisa segera diturunkan, angka kematian diturunkan dan angka kesembuhan terus ditingkatkan.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, hingga saat ini sudah ada sebanyak 598.065 warga Jatim yang sudah dilakukan rapid test covid-19.

Sedangkan warga Jatim yang sudah dilakukan tes swab ada sebanyak 93.932 orang.

“Untuk angka warga Jatim yang sudah rapid test, kota tertinggi di Indonesia. Sedangkan untuk yang swab test rasionya Jatim sudah 2.358 per 1 juta penduduk,” kata Khofifah.

Tes masif ini akan terus dilakukan Pemprov Jatim dan seiring dengan langkah tracing dan treatment. Dengan harapan bisa segera memutus mata rantai penularan covid-19 dan pandemi di Jatim segera berakhir.

“Zona merah kita sudah tinggal lima. Maka kami harap terus berkurang. Lalu yang sudah oranye kita harap segera kuning, dan yang kuning segera menjadi zona hijau,” pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved