Berita Arema
Berita Arema Hari Ini 18 Juli 2020 Populer: Rindu Nurdiansyah Terobati & Kisah Transfer Aji Santoso
Berikut berita Arema hari ini Sabtu 18 Juli 2020 populer: rindu Nurdiansyah terobati dan kisah transfer Aji Santoso
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut berita Arema hari ini Sabtu 18 Juli 2020 soal kerinduan Nurdiansyah kembali berlaga.
Selain itu, berita Arema hari ini populer lainnya juga membahas lika-liku Aji Santoso saat transfer dari Arema FC ke Persebaya.
Terakhir, berita Arema hari ini mengulas proses rapid test pemain Arema FC yang rampung pada Jumat kemarin.
Selengkapnya, langsung saja simak rangkuman di bawah ini:
1. Rindu Nurdiansyah Terobati

Bek Arema FC, Nurdiansyah mengungkapkan kegembiraannya setelah penantian yang cukup lama.
Nurdiansyah mengaku bungah lantaran akan berkumpul bareng rekan-rekannya usai empat bulan berpisah akibat pandemi Covid-19.
Guna menyambut kompetisi Liga 1 2020 pada Oktober mendatang, Manajemen Singo Edan berencana menyiapkan timnya kembali.
Menurut jadwal, para pilar Arema FC akan melakukan latihan perdana pada 20 Juli mendatang.
“Alhamdulillah dengar kabar tim mau berkumpul lagi dan liga mau bergulir Oktober tentunya sangat senang sekali," ujar Nurdiansyah dikutip BolaSport.com dari liga-indonesia.id.
"Ya, akhirnya bisa kumpul dengan teman-teman bisa latihan bersama."
"Sudah sangat kangen sekali suasana latihan bareng sama teman-teman,” imbuh pemain asal Jombang, Jawa Timur, itu.
Nurdiansyah tak mempermasalahkan terkait penerapan protokol kesehatan yang diberlakukan manajemen Arema FC.
Menurutnya, langkah tersebut sudah tepat agar meminimalisir penyebaran virus corona.
Selain itu, para pemain juga lebih merasa aman ketika melakukan latihan bersama.
“Iya tidak apa-apa soal protokol kesehatan yang ketat. Itu juga untuk kepentingan bersama kita harus patuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah,” pungkasnya eks pemain Borneo FC itu.
2. Kisah Transfer Aji Santoso

Lika-liku pertualangan Aji Santoso saat menjadi pemain sepak bola bisa dibilang penuh warna.
Aji Santoso memulai karier sebagai pemain profesional dengan bergabung bersama Arema Malang pada 1988.
Wajar Aji Santoso memperkuat tim berjulukan Singo Edan itu lantaran ia asli Malang, Jawa Timur.
Setelah delapan tahun memperkuat Arema FC, Aji Santoso ingin melebarkan kariernya dengan bergabung bersama Persebaya Surabaya pada musim 1995.
Perpindahan Aji Santoso ke Persebaya Surabaya mengundang kontroversi.
Sebab, suporter Arema Malang tidak setuju Aji Santoso pindah ke Persebaya Surabaya yang merupakan klub rival mereka.
Aji Santoso pun tak mendengarkan teror dari suporter Arema Malang.
Ia tetap memutuskan untuk bergabung bersama Persebaya Surabaya selama lima tahun ke depan.
Perpindahan Aji Santoso ke Persebaya Surabaya setidaknya membantu keuangan Arema Malang saat itu.
Sebab, uang transfer yang dikeluarkan Persebaya Surabaya sebesar Rp 50 juta sangat membantu Arema Malang.
"Jadi tentunya saya sangat bangga dari Arema pindah ke klub lebih besar yaitu Persebaya Surabaya," kata Aji Santoso seperti dikutip dari YouTube Persebaya Surabaya.

Uang transfer yang dikeluarkan Persebaya Surabaya ke Arema Malang ternyata memecahkan rekor.
Kata Aji Santoso, dulu tidak ada pemain berposisi bek kiri seperti dirinya yang mendapatkan uang sebesar itu.
"Biasanya dimana-mana transfer termahal itu di posisi gelandang dan penyerang, ini malah bek kiri."
"Menurut saya itu luar biasa karena bisa dikatakan ini baru pertama kali, bahkan sampai sekarang pun belum terpecahkan," ucap pria yang saat ini menjadi pelatih Persebaya Surabaya itu.
Di Liga Indonesia memang jarang sekali pemain yang pindah ke klub lain dengan proses transfer.
Jika pun ada, pihak klub tidak akan menyebutkan nominal harga yang dikeluarkan untuk mendapatkan sang pemain itu.
"Artinya saya masih menjadi bek kiri termahal," kata Aji Santoso.
3. Proses Rapid Test Pemain Rampung

Kegiatan rapid test yang diselenggarakan oleh manajemen Arema FC bersama satgas NU rampung digelar pada Jumat (17/7/2020) sore.
Total ada 50 orang dites dalam rapid test gelombang pertama ini, dengan 14 di antaranya merupakan pemain.
Hasil dari rapid test sudah dikantongi.
Seluruh hasil akan diserahkan kepada dokter tim Arema FC untuk ditindak lanjuti.
Manajemen pun menyerahkan prosedur selanjutnya kepada dokter tim.
"Hasil hari ini langsung kami sampaikan ke pemain. Kami koordinasi dengan tim medis dokter Nanang. Nantinya, dokter Nanang akan menyampaikan hasilnya seperti apa," kata Sudarmaji selaku Media Officer Arema FC dikutip dari Kompas.com.
"Manajemen sudah mengawali prosedur yang diharapkan tim medis ini. Kemudian kami menunggu tim dokter arahannya seperti apa. Kalau misalnya ada yang reaktif, masih ada waktu 7 atau 14 hari menjelang latihan untuk dilakukan penanganan," tutur dia.

Sebelum menjalani rapid test, seluruh pemain sudah mendapatkan pengawasan dari tim medis Arema FC.
Tim medis melakukan monitor untuk memastikan kondisi pemain.
"Melalui grup Whatsapp semua dipantau, karena di sana kan pelatih memberikan latihan secara online. Nah, dari situ dipantau lagi meskipun tidak secara langsung," ujar Sudarmaji.
Teknis monitoring berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab pemain.
Dari jawaban tersebut, tim dokter bisa memperkirakan kondisi pemain dan mengambil tindakan jika diperlukan.
"Istilahnya hanya bertanya, diberikan pertanyaan. Dokter memantau terus setiap hari, misalnya apakah ada yang suhunya tinggi." tambah Sudarmaji.