Breaking News:

Berita Mojokerto Hari Ini

Resedivis di Malang, Pencuri Modus Pecah Kaca Mobil di Mojokerto Pakai Kode Khusus saat Incar Target

Kawanan perampok spesialis pencurian modus pecah mobil yang korbannya nasabah Bank Mandiri di Mojokerto memakai kode khusus sebelum beraksi

mohammad romadoni/suryamalang.com
Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander, membeberkan barang bukti hasil kejahatan pencurian modus pecah kaca yang mayoritas korbannya adalah nasabah Bank Mandiri. 

SURYAMALANG.COM | MOJOKERTO - Kawanan perampok spesialis pencurian modus pecah mobil yang korbannya nasabah Bank Mandiri di Mojokerto memakai kode khusus sebelum beraksi. Mereka memakai kode 'Tas Kresek' sebagai tanda target incarannya membawa uang tunai di dalam kendaraannya.

Kode rahasia tersebut dipakai saat merampok uang karyawan PT Daiyang Jaya Abadi, Yuyun Sekaringtyas (40), saat mengambil uang perusahaan di Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Mojokerto-Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (8/6/2020) pukul 11.30 WIB. Kasus pencurian modus pecah terhadap korban nasabah bank ini terungkap seusai tiga tersangka berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polres Mojokerto, Rabu (15/7/2020)

Ketiga tersangka adalah Angga Ismawahyudi (30), Husin R (53), dan Hariyanto (48). Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, menjelaskan ketiga tersangka berbagi peran mengawasi target incaran korbannya adalah nasabah bank yang mengambil uang tunai tanpa pengawalan petugas keamanan.

2 Pelaku Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Nasabah Bank Mandiri Ditembak, Gasak 259 Juta di Mojokerto

"Tersangka menentukan target korbannya melalui kode Tas Kresek dan mulai beraksi membuntuti korban sampai melakukan eksekusi memecahkan kaca kendaraan lalu mengambil harta berharga atau uang milik korban di dalam kendaraannya," ungkapnya di Mapolres Mojokerto, Senin (20/7/2020).

Ia mengatakan ketiga tersangka merupakan residivis terlibat kejahatan pencurian modus pecah kaca di wilayah Jawa Timur.

"Tersangka merupakan residivis yang sudah seringkali masuk bui terkait kasus kejahatan yang sama yaitu pencurian modus pecah kaca," ungkapnya.

Menurut dia, adapun track record kejahatan tersangka Angga Ismawahyudi dan Tersangka Husin R ternyata pernah ditahan di Polres Malang pada 2015 dan kedua kalinya ditahan di Polres Gresik tahun 2017 terkait kasus pencurian modus pecah kaca.

Sedangkan tersangka Hariyanto pernah menjalani hukuman di Polres Jombang pada 2008 dan Polres Blitar Kota tahun 2016 dengan kasus yang sama.

"Komplotan ini mengincar korbannya yang mayoritas adalah nasabah bank atau masyarakat yang mengambil uang tunai di bank," jelasnya.

Dikatakannya, ketiga tersangka sangat lihai saat melakukan kejahatan modus pecah kaca.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved