UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 20 Juli 2020: 992 Positif Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 352

Berikut rangkuman update virus corona dan berita terkait di Malang Raya hari ini Senin 20 Juli 2020.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Kolase shutterstock via kompas.com dan SURYAMALANG.COM/Filkom UB
Update virus corona di Malang 20 Juli 2020 

Rasionalisasi itu menyasar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang direalokasikan untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

"Pada tahun 2021 mendatang kami berharap walau tidak tercapai penuh tapi mendekati target kalau bisa,” harap Wahyu.

Akedemisi asal ITN Malang ini menyadari situasi pandemi termasuk force majeure alias bencana alam.

Langkah selanjutnya, Wahyu akan membicarakannya dengan DPRD Kabupaten Malang.

"Kondisi force majeure yaitu bencana non alam yang juga sudah diatur dalam undang-undang,” tutur Wahyu.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto menuturkan, Pemkab Malang sejatinya masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal peningkatan pariwisata, penurunan angka kemiskinan, dan daya dukung lingkungan hidup.

Beberapa rencana itu masuk dalam tiga strategi utama Pemkab Malang.

"Misalnya, dari tiga strategi saja seperti , kunjungan wisatawan sudah menurun. Lalu kemiskinan juga naik faktornya banyak yang di PHK. Namun, pada lingkungan hidup saya kira masih aman lah,” tutur Tomie.

Solusi yang mencuat adalah dengan menyeleksi kegiatan mengacu pada skala prioritas.

Beberapa wacana pembangunan yang sempat digaungkan oleh Pemkab Malang adalah pembangunan jalan tembus alun-alun Kepanjen dan mall pelayanan terpadu Kepanjen.

“Kami coba untuk penuhi tapi dengan menggunakan pola padat karya tunai atau bagaimana. Yang jelas dampak dari Covid-19 ini juga masih akan berdampak pada keuangan kami di tahun 2021 mendatang,” beber Tomie.

2. SMK Tunggu Info Satgas Covid-19 Kapan Siswa Boleh Praktik Di Sekolah

Workshop guru-guru di SMK Widyagama Malang menyambut semester baru pekan lalu.
Workshop guru-guru di SMK Widyagama Malang menyambut semester baru pekan lalu. (SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati)

Sekolah masih menunggu info kapan diperbolehkan kembali aktivitas praktik siswa SMK oleh Gugus Covid-19 Kota Malang.

Sekolah sudah menjadwalkan praktik siswa di kurikulum tetapi belum melaksanakan karena masih pandemi Covid-19 dan siswa harus Belajar Dari Rumah (BDR) sampai akhir semester ganjil ini.

"Untuk siswa SMK memang harus banyak praktik. Mungkin jika praktik TI / sepeda motor, masih bisa di rumah. Setidaknya fasilitas itu, mungkin siswa masih ada. Tapi kalau untuk program keahlian TKRO (Tehnik Kendaraan Ringan Otomotif), mobil siapa yang mau dibongkar?," jelas Lilik Sulistywoti, Kepala SMKN 12 Kota Malang, Minggu (19/7/2020).

Jika nanti diperbolehkan oleh Gugus Covid-19 Kota Malang, maka bisa dilaksanakan jadwalnya.

Menurut rencana, untuk kelas 11 dan 12, ada praktik bergilir dan terjadwal.

Sedang untuk kelas X ada jadwal untuk kunjungan ke sekolah.

Dijelaskan, jika nanti ada praktik buat kelas 11 dan 12, sekolah berencana mengajukan sendiri ke Gugus Covid-19 Kota Malang.

Sedang di SMK Widyagama, untuk praktik siswa juga sudah menjadwalkan bergiliran.

Jadi semester lalu tetap ada praktiknya. Siswa sendiri juga merasa jenuh di rumah dengan daring.

Saat praktik di sekolah mungkin memberi rasa yang berbeda.

"Kami sudah punya konsepnya untuk jadwal praktik bergiliran," jelas Mawan Suliyadi, Kepala SMK Widyagama terpisah.

Ini dilakukan saat masa transisi lalu. Siswa dibuat sistem shift. Misalkan satu kelas jika isinya 30 siswa, maka dibagi dua shift. Setelah itu, siswa diminta segera pulang karena shift dua akan datang.

"Ya harus dioprak-oprak siswanya agar segera pulang dari pengalaman semester lalu," kata Mawan.

Pola praktik dalam dua shift ini rencananya akan diterapkan lagi saat semester ganjil.

"Nanti dikombinasikan sistemnya. Untuk normatif adaptif daring dan dikolaraborasikan dengan luring misalkan untuk penyerahan proyek tugas. Sedang untuk praktik dibuat bertahap.Sebenarnya anak-anak sudah pernah saya minta bikin video aja untuk tutorial misalkan bongkar ban. Tapi anak-anak bilang kelamaan ," jelasnya.

(Mohammad Erwin/Sylvianita Widyawati/ Ratih Fardiyah/SURYAMALANG.COM)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved