Berita Malang

Berita Malang Hari Ini 26 Juli Populer: Alasan Karaoke, Diskotek Belum Buka & Internet Gratis Warga

Berikut berita Malang hari ini Minggu 26 Juli 2020 populer: alasan karaoke, diskotek belum buka, internet gratis dari warga, dan kisah AKP Diyana Suci

Suryamalang.com/kolase Aminatus Sofya/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Wali Kota Malang, Stutiaji dan belajar dari dengan internet gratis 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut berita Malang hari ini Minggu 26 Juli 2020 tentang alasan karaoke dan diskotek belum buka.

Selain itu berita Malang hari ini populer lainnya juga membahas internet gratis dari warga untuk siswa belajar daring.

Terakhir, berita Malang hari ini mengulas kisah AKP Diyana Suci Listyawati jadi Kasatlantas wanita pertama. 

Selengkapnya, langsung saja simak uraiannya di bawah ini:

1. Alasan Karaoke dan Diskotek Belum Buka

Wali Kota Malang, Sutiaji belum izinkan bioskop dan karaoke buka
Wali Kota Malang, Sutiaji belum izinkan bioskop dan karaoke buka (SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)

Tempat hiburan malam (diskotek), bioskop dan karaoke di Kota Malang belum diizinkan buka oleh Wali Kota Malang, Sutiaji.

Hal ini sedikit berbeda dengan sektor-sektor lain yang diperbolehkan buka di saat masa transisi menjelang New Normal di Kota Malang.

Sutiaji tidak ingin, apabila tempat karaoke dan diskotek dibuka terjadi tranmisi lokal penyebaran Covid-19.

Oleh karenanya, belum dibukanya tempat karaoke tersebut disampaikan Sutiaji karena berkaitan dengan physical distancing atau jaga jarak.

"Belum boleh buka. Misalkan buka, apakah pemilik karaoke bisa menjamin physical distancing?," ucapnya.

Sutiaji mengatakan, bahwa physical distancing menjadi hal utama yang harus dipenuhi oleh para pengusaha karaoke dan tempat hiburan malam di Kota Malang.

Apabila pengunjung bisa menerapkan physical distancing, bukan tidak mungkin kata Sutiaji akan membuka kembali tempat karaoke.

"Kira-kira kalau bisa physical distancing ya dibuka. Saat ini belum diizinkan sementara," ucapnya.

Sutiaji menambahkan, hal yang sama juga berlaku bagi bioskop di Kota Malang.

Namun untuk bioskop, pihaknya menunggu kabar dari pusat.

"Katanya akhir Juli akan buka, tapi ditunda secara nasional. Misalkan di pusat ada lampu hijau ya sudah," tandasnya.

2. Internet Gratis Warga

Pelajar memanfaatkan akses internet gratis di pos kamling digital di Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Pelajar memanfaatkan akses internet gratis di pos kamling digital di Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya)

Keterbatasan jaringan internet membuat pelajar yang tinggal di RT 05 RW 02, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing Kota Malang memanfaatkan pos kamling digital untuk belajar secara daring.

Warga sekitar menyediakan internet gratis di pos kamling agar para pelajar bisa mengikuti pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.

Ketua RT setempat Ibnu Taufik mengatakan pos kamling digital itu adalah jawaban atas keluhan warga yang kesulitan membeli kuota internet untuk belajar daring.

Pemasangan wifi di pos kamling itu telah dilakukan sejak Maret 2020 atau saat pertama kali dimulainya pembalajaran daring karena pandemi virus corona jenis baru.

"Sejak itu banyak siswa ke mari untuk belajar," ucap Taufik, Sabtu (25/7/2020).

Menurutnya, pemasangan dan pembayaran wi-fi itu dilakukan secara patungan alias iuran sesama warga.

Warga mampu membantu yang miskin agar anak-anak bisa mengakses pembelajaran tanpa kendala.

"(Pembayaran) sifatnya patungan. Agar semua anak-anak bisa belajar," kata dia.

Ibnu bilang pos kamling digital dibuka dua sesi yakni mulai pukul 08.00 WIB sampai 17.30 WIB dan 18.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Selain mengikuti pembelajaran, anak-anak juga kerap memanfaatkan pos kamling untuk mengerjakan tugas dari guru mereka.

"Kalau anak-anak belajar malam akan diawasi oleh yang jaga. Supaya nggak dipakai main game atau yang lainnya," ucap Ibnu.

Seorang pelajar SMA, Nabila Aminatul mengaku terbantu dengan adanya pos kamling digital.

Hampir setiap hari, Nabila datang ke pos kamling untuk mengikuti belajar daring.

"Akses internetnya lancar sehingga enak kalau dibuat belajar, tidak macet," tutur Nabila.

Pelajar kelas XII ini juga senang karena belajar di pos kamling tak sendirian.

Di sana, ia bertemu teman-temannya yang juga memanfaatkan internet gratis.

"Meskipun bukan teman satu sekolah tetapi jadi bisa mengusir rasa bosan. Akhirnya tugas dari guru bisa cepat selesai," terang dia.

3, Kisah AKP Diyana Suci Listyawati 

Kasatlantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati
Kasatlantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati (SURYAMALANG.COM/M Erwin)

AKP Diyana Suci Listyawati berkarier menjadi anggota Polri setelah mendapat arahan dari ayahnya.

Awalnya, Diyana ingin berkarier di luar negeri.

"Katanya, jika bekerja di kepolisian, saya juga bisa bekerja di luar negeri," kata Diyana kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (25/7/2020).

Wanita kelahiran Kabupaten Batang, Jawa Tengah itu masuk Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2004, dan lulus pada tahun 2007.

Karier polisi-nya diawali di Polda Metro Jaya.

"Saya Taruni Akpol angkatan ketiga. Saat itu baru satu pleton dari 10 pleton di angkatan. Jumlah taruni ada 30 orang, dan tarunanya 270 orang," tutur Diyana.

Diyana menjadi Sekretaris Pribadi (Sekpri) Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi di Den Haag, Belanda pada tahun 2011 sampai tahun 2014.

"Bagi saya, beliau (Retno) adalah wanita yang bisa berkarir secara baik. Saya bisa melihat bagaimana beliau berkarier dan bersama keluarga," tutur wanita berusia 32 tahun ini.

Kini Diyana bertugas sebagai Kasatlantas Polres Malang.

Dia menilai Kabupaten Malang adalah wilayah yang luas.

Perlu pemahaman untuk menguasai wilayah geografis yang luas dan demografis bervariatif.

"Ini adalah tantangan yang memang harus bisa dipelajari dan diatasi. Namun sedikit demi sedikit saya mengusai dan mengatasi Kabupaten Malang ini," tutur Diyana.

Diyana adalah Kasatlantas wanita pertama di Polres Malang.

"Saat memakai lencana ini, saya tidak mengedepankan gender. Saya mengedepankan bahwa saya adalah polisi," tutur mantan Kasatlantas Polres Batu itu.

Diyana begitu mengidolakan ibunya sebagai panutan.

Dia terkesan kepada sosok ibunya.

Meskipun bekerja, sang ibu tetap bisa merawat anak-anaknya.

"Jadi keberadaan saya sekarang itu karena keluarga sangat mendukung," terang Diyana.

Diyana bersyukur memiliki sosok kepala keluarga yang sangat mendukung profesinya sebagai polisi.

"Suami saya sangat mendukung saya sebagai petugas," ungkap Diyana.

Biasanya diyana menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama keluarga di kebun binatang dan taman bermain.

"Anak saya masih berusia dua tahun. Jadi quality time-nya adalah saya ajak ke kebun binatang dan taman bermain."

"Ketika saya dinas, anak saya di rumah saja. Saat ada kesempatan mendampingi anak, saya akan ajak anak ke taman bermain," tutur Diyana.

Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menilai Diyana cukup cekatan melaksanakan tugas.

Hendri pernah memberi perintah kepada Diyana untuk mengatur jalan sampai penguraian kemacetan.

"Saat saya perintahkan, saat itu juga dilaksanakan. Bahkan dia sendiri yang turun ke lapangan untuk memastikan anggotanya melaksanakan tugasnya," tutur Hendri.

Menurutnya, Diyana kerap berinovasi menciptakan layanan lalu lintas, seperti Samsat Jelita."

"Samsat Jelita adalah Samsat jelajah kampung yang ditaruh di kampung tangguh di kawasan Malang Selatan," ujar Hendri.

Hendri menerangkan Samsat Jelita memudahkan wajib pajak bisa membayar pajak.

Selain itu juga agar manfaat kampung tangguh bisa lebih tampak.

"Hasilnya juga sangat signifikan. Setiap ada Samsat Jelita, ada pembayaran pajak sampai 200 wajib pajak," jelas Hendri.

(Mohammad Erwin/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah/Aminatus Sofya/Sarah/SURYAMALANG.COM)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved