Berita Arema Hari ini

Berita Arema Hari ini 29 Juli 2020 Populer: Hasil Rapid Test Kedua Tim Singo Edan & Update Rekontrak

Terangkum Berita Arema Populer hari ini Rabu 29 Juli 2020, diantaranya terdapat berita Arema tentang hasil rapid test kedua para tim.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: eko darmoko
Kolase SURYAMALANG.COM/Dya Ayu/Insrtagram @aremafcofficial
Berita Arema Hari Ini 29 Juli 2020 

SURYAMALANG.COM - Rangkuman Berita Arema Populer hari ini Rabu 29 Juli 2020 membahas seputar pemain dan manajemen tim Singo Edan.

Satu dari berita Arema hari ini menyoroti tentang hasil rapid test kedua para tim Arema FC.

Berita Arema lainnya juga menyajikan tentang update perkembangan rekontrak pemain untuk lanjutan Liga 1 2020.

Selengkapnya, langsung saja simak berita Arema hari ini populer yang telah tim SURYAMALANG.COM rangkum.

1. Hasil rapid test tim Arema FC tahap kedua yang dilangsungkan di Kantor Arema FC Selasa (28/7/2020).

Pemain Arema FC, Hanif Sjahbandi saat menjalani rapid test tahap kedua yang dilangsungkan di Kantor Arema FC Selasa (28/7/2020) siang, hasilnya langsung diumumkan.
Pemain Arema FC, Hanif Sjahbandi saat menjalani rapid test tahap kedua yang dilangsungkan di Kantor Arema FC Selasa (28/7/2020) siang, hasilnya langsung diumumkan. (SURYAMALANG.COM/Dya Ayu)

Seluruh bagian tim Arema FC yang mengikuti rapid test tahap kedua patut bernafas lega.

Pasalnya setelah mengikuti rapid test, Selasa (28/7/2020) siang di Kantor Arema FC, malam harinya hasilnya sudah keluar.

Dari hasil yang diumumkan manajemen Arema FC, Selasa malam, delapan pemain satu staf pelatih, dua offisial dan awak media yang mengikuti rapid test kloter kedua bekerjasama dengan Satgas Covid-19 NU Malang Raya, semuanya menunjukan hasil non reaktif.

"Alhamdulillah info dari Satgas NU, hasil rapid test massal di Kantor Arema pada kloter kedua menunjukkan non reaktif," ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji, Selasa (28/7/2020).

Hasil ini tentu melegakan semua pihak khususnya Arema FC, karena pemain dan staf pelatih yang mengikuti test Selasa siang baru kembali dari luar Malang.

Selain itu pada rapid test tahap pertama, Jumat (17/7/2020) lalu, juga menyatakan hasil non reaktif.

Sehingga sebanyak 23 pemain dan seluruh staf pelatih (kecuali Mario Gomez karena belum rapid test), dinyatakan non reaktif.

"Bersyukur hasilnya non reaktif. Memang seharusnya dilakukan test sebelum latihan. Leb

ih baik lagi swab test, itu hasilnya lebih akurat. Sebelumnya saya juga sudah pernah rapid, hasilnya juga non reaktif," ujar kiper Arema FC, Teguh Amiruddin.

Dengan demikian total ada enam pemain yang terdiri dari empat pemain asing dan dua lokal, serta pelatih kepala (Mario Gomez) yang belum menjalani rapid test, sebagai syarat sebelum latihan perdana.

Rencananya rapid test tahap ketiga atau kloter ketiga akan digelar, Minggu (2/8/2020) mendatang atau sehari sebelum latihan perdana.

2. Update rekontrak pemain Arema FC sudah 90 persen.

Media officer Arema FC, Sudarmaji menyebut proses rekontrak pemain sudah berjalan 90 persen
Media officer Arema FC, Sudarmaji menyebut proses rekontrak pemain sudah berjalan 90 persen (SURYAMALANG.COM/Dya Ayu)

Manajemen Arema FC membeberkan soal update perkembangan rekontrak pemain untuk lanjutan Liga 1 2020.

Disampaikan Media Officer Arema FC, Sudarmaji, saat ini sebagian besar pemain sudah melakukan tanda tangan rekontrak atau persetujuan pemotongan gaji sebesar 50 persen, karena adanya pandemi Covid-19.

"Hari ini ada tambahan beberapa pemain sudah melakukan tanda tangan kontrak setelah rapid test. Mungkin sudah hampir 90 persen pemain sudah memahami tentang formula rekontrak. Memahami formula ini mungkin ada beberapa yang miss juga, tapi setelah dipelajari dan dijelaskan alhamdulillah lancar," kata Sudarmaji, Selasa (28/7/2020).

Lebih lanjut Sudarmaji menjelaskan, saat ini tinggal beberapa pemain saja yang masih belum membubuhkan tanda tangannya untuk rekontrak.

Jumlah pemain yang belum menyelesaikan rekontrak di dominasi pemain asing karena masih ada yang di negaranya dan juga berlibur di luar Malang.

"Kurang 10 persen yang belum beres itu terdiri dari pemain asing,lalu ada pemain lokal yang juga masih berkomunikasi dengan keluarganya. Kami anggap clear itu setelah mereka tanda tangan."

"Mungkin komunikasi sudah beres tapi selagi itu belum ditandatangani berarti belum clear. Termasuk pemain lokal yang rekontraknya dibawa pulang juga," ujarnya.

Manajemen menyatakan memahami kondisi tersebut. Sebab urusan rekontrak ini tentu tak mudah diterima bagi pemain yang juga memiliki beragam kebutuhan pengeluaran untuk keluarganya.

"Kami memahami, 50 persen itu otomatis memotong 50 persen rejekinya, karena situasi dan kondisi Covid ini. Kami masih bisa memahami dan masih ada waktu seminggu untuk menentukan soal rekontrak. Akan lebih bagus kalau mereka datang dan berkomunikasi dengan direksi baiknya seperti apa?."

"Tapi prinsip manajemen ada beberapa hal yang bisa dikompromikan ada yang tidak bisa. Karena klub dalam situasi yang sama-sama sulit," jelas pria asal Banyuwangi itu.

Sudarmaji berharap, selain memikirkan diri sendiri, pemain juga harus memikirkan kondisi klub yang tengah berjuang untuk tetap berjalan dan menyelamatkan kompetisi sebagai nafas sepak bola.

"Tak dipungkiri finansial klub tengah sulit. Kompetisi sudah diputuskan tanpa penonton, kemudian sponsor mengalami renegosiasi ulang juga. Jadi semua pihak harus memahami ini. Bagaimanapun juga kami ingin menyelamatkan dan memproteksi pemain, klub dan menyelamatkan kompetisi serta mata pencaharian kita bersama. Tapi kami optimis dan yakin sebelum latihan digelar semua bisa clear dan fokus ke latihan," tuturnya.

3. Tanggapan pemain Arema FC Soal Rekontrak.

Dave Mustaine (merah) dan Teguh Amiruddin (biru). Kedua pemain Arema ini sudah tandatangan rekontrak, Selasa (28/7/2020)
Dave Mustaine (merah) dan Teguh Amiruddin (biru). Kedua pemain Arema ini sudah tandatangan rekontrak, Selasa (28/7/2020) (Arema FC)

Rekontrak pemain menjadi 'new normal' dalam sepak bola Indonesia di situasi wabah virus corona yang saat ini terjadi di Indonesia.

Efek rekontrak yang ditetapkan PSSI ini, gaji pemain dan pelatih dipotong 50 persen.

Tak hanya itu, manajemen juga memiliki wewenang memangkas bonus serta fasilitas yang di dapat pemain dan pelatih.

Kebijakan ini ditetapkan untuk meminimalisir kerugian dan mengurangi tanggungan klub karena berkurangnya pemasukan klub selama corona.

Terkait rekontrak, kiper Arema FC Teguh Amiruddin dan gelandang Singo Edan, Dave Mustaine telah membubuhkan tanda tangannya, Selasa (28/7/2020) sore.

Kedua pemain ini mengaku, sejatinya tak ada pemain ataupun pelatih yang menginginkan gaji mereka dipotong.

Namun demi berjalannya kompetisi, keputusan dari federasi harus dilakukan.

"Kemarin saya sudah pelajari kontrak yang baru. Mau bagaimana lagi, harus setuju. Namanya juga lagi pandemi. Tidak ada yang mau kondisi seperti ini. Harus menerima dan tadi saya juga sudah tanda tangan," kata Teguh Amiruddin, Selasa (28/7/2020).

Hal senada juga disampaikan Dave Mustaine. Mantan pemain Bola Lokal klub PSS Sleman itu mengatakan tak ada pilihan lain selain tanda tangan kontrak baru.

"Keputusan itukan keputusan PSSI. Kami pemain mau tidak mau harus mau. Bagaimana lagi, ya harus tanda tangan," terang Dave.

Kini rekontrak pemain Arema FC sudah hampir rampung.

Sebanyak 90 persen pemain telah menyetujui kontrak baru, tinggal pemain asing yang masih belum kembali ke Malang dan beberapa pemain lokal yang masih meminta pertimbangan keluarga.

(Dya Ayu/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved