4 Fakta Unik Sapi Jokowi di Idul Adha 2020, dari Makan Ampas Tahu, Mandi Siang dan Karpet Tidurnya

Berbagai fakta unik sapi Jokowi di Idul Adha 2020, diantaranya karpet tidurnya yang harganya capai Rp 2 Juta hingga mandi siang agar tidak masuk angin

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
shutterstock via kompas.com
Fakta Unik Sapi Jokowi di Idul Adha 2020 

SURYAMALANG.COM - Terangkum 4 fakta unik sapi Jokowi di Idul Adha 2020, mulai dari makanan hingga tempat tidurnya.

Presiden Jokowi setiap tahunnya selalu menyumbang sapi di berbagai wilayah dengan berat yang besar.

Di tahun ini Presiden Jokowi tak hanya menyumbangkan sapi berukuran besar.

Namun, sapi-sapi Jokowi di tahun ini begitu unik hingga perawatannya juga istimewa.

Sejumlah sapi yang berada di Rumah Potong Hewan (RPH), Selasa (21/7/2020). Beberapa di antara mereka tengah dipersiapkan untuk perayaan Idul Adha.
Sejumlah sapi yang berada di Rumah Potong Hewan (RPH), Selasa (21/7/2020). Beberapa di antara mereka tengah dipersiapkan untuk perayaan Idul Adha. (SURYAMALANG.COM/Benni Indo)

Melansir Kompas.com: Kisah Unik Sapi-sapi Jokowi, Tidur di Karpet Jutaan Rupiah, Mandi Siang agar Tak Masuk Angin, berikut dereta fakta unik sapi-sapi Jokowi:

1. Tidur di karpet Rp 2 juta

Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jokowi membeli sapi jumbo dari peternak lokal, yakni Rahman Takka.

Sapi seberat 1,2 ton itu ditempatkan di atas karpet seharga Rp 2 juta.

Alasannya agar sapi bernama Puang Tedong itu tidak kedinginan sehingga bisa tidur nyeyak.

"Ada banyak upaya yang saya lakukan agar Puang Tedong tetap sehat dan bisa diserahkan utuh ke Presiden Jokowi. Saya sudah beri dua lembar karpet hitam, menjaga mandi, dan makannya tiga kali sehari," kata Rahman.

"Ini bukan hanya soal harganya yang fantastis dan membuat saya senang, lebih dari itu saya bangga karena sapi kesayangan saya dibeli orang penting,” ujarnya.

Bahkan dirinya rutin melakukan ronda malam agar sapi yang dibeli orang nomor satu di Indonesia itu tidak hilang.

Rahman membanderol sapinya dengan harga Rp 100 juta, namun akhirnya dilepas dengan harga Rp 89 juta.

Ketika hendak dibawa ke tempat penyembelihan hewan kurban, sapi Puang Tedong sempat mengamuk.

Ia menyeruduk benda apa saja di sekitarnya dan sempat membuat masyarakat ketakutan.

Seusai mengamuk dua jam, sapi itu kembali tenang dan dibawa ke tempat penyembelihan hewan kurban.

Sapi seberat 1,04 ton sumbangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah tiba di Masjid Al Akbar Surabaya
Sapi seberat 1,04 ton sumbangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah tiba di Masjid Al Akbar Surabaya (SURYAMALANG.COM/Tony Hermawan)

2. Mandi di siang hari, agar tak masuk angin

Di Kabupaten Gresik, Presiden Jokowi membeli sapi peranakan ongole dengan bobot 1,04 ton untuk kurban.

Sapi berwarna putih itu tingginya 159 sentimeter, panjang 186 sentimeter dan lingkar tubuhnya 234 sentimeter.

Ukurannya yang besar tidak terlepas dari cara perawatan yang istimewa, termasuk makanannya yang bernutrisi tinggi.

"Cuma yang dimakan sehari-hari itu protein-protein tinggi. Ada slamper (tumpi jagung), tepung kedelai, dan yang penting itu yang hijau-hijau (rumput segar)," kata Sholeh.

Cara memandikannya pun tidak sembarangan agar tidak masuk angin, yakni harus dilakukan pada siang hari.

"Risikonya sapi besar itu ya begitu. Kalau dimandikan terlalu sore atau malam itu biasa masuk angin. Begitu juga kalau terlalu pagi," jelasnya.

3. Upin, sapi kembar Jokowi yang sering menang kontes

Presiden Jokowi memilih sapi jenis simental seberat 1 ton untuk kurban Idul Adha di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sapi bernama Upin itu dibeli dari Suyatno, warga Desa Lawoila, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

Sebelum dijual, sapi Upin itu sering memenangkan kontes bersama sapi milik Suyatno lainnya, Ipin.

Terakhir, kedua sapi itu memenangkan kontes di Konawe pada 2019.

Sapi yang dijual di lapak penjualan hewan kurban di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Sampang.
Sapi yang dijual di lapak penjualan hewan kurban di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Sampang. (SURYAMALANG.COM/Hanggara Pratama)

“Yang dinilai itu beratnya, saat itu Upin dan Ipin berusia 2 tahun dan beratnya saat itu sekitar 535 kilogram. Tapi yang dibeli untuk sapi kurban Presiden itu, hanya Upin,” kata Suyatno, Rabu (29/7/2020).

Suyatno mengaku tidak menyangka sapinya dibeli Presiden Jokowi.

“Jangankan mau berharap, bermimpi saja tidak pernah. Tahu-tahu sapi saya dibeli oleh pak Presiden," ungkap Suyatno di rumahnya.

Dinamai upin lantaran sapi peliharaannya itu adalah sapi kembar.

4. Makan ampas tahu

Presiden Jokowi membeli sebuah sapi limousin sebagai hewan kurban bagi masyarakat di Samarinda, Kalimantan Timur.

Pemilik Sapi, Subroto (50) mengemukakan, sapi kurban tersebut diberi makan ampas tahu.

Subroto bahkan harus membeli enam karung ampas tahu dalam satu hari untuk memberi makan sapi-sapinya.

Dalam sehari, ia harus mengeluarkan uang minimal Rp 120.000,00 untuk pakan ternak.

“Harganya satu karung Rp 20.000. Biasa saya beli enam karung sehari, kadang lebih juga,” jelas dia.

Selain ampas tahu, Subroto juga memberikan rumput untuk makanan sapinya.

Ia bersyukur, perawatan itu membuat sapi Subroto dilirik Jokowi.

Presiden membeli sapi seberat 968 kilogram itu seharga RP 79 juta.

“Sangat bersyukur setelah empat tahun pelihara, akhirnya dibeli Pak Jokowi. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih, semoga berkah,” tandas dia.

Rencananya, sapi tersebut akan diserahkan ke panitia kurban di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved