Berita Malang Hari Ini

Atasi Paket Data Mahal, Dosen FT UB Sediakan Sistem Manajemen Pembelajaran Gratis

Dr Eng Fadly Usman ST MT meluncurkan Learning Management System (LSM) secara gratis.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
istimewa
Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (batik berkopiah) Dr Eng Fadly Usman ST MT. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dr Eng Fadly Usman ST MT, Dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (FTUB) meluncurkan Learning Management System (LSM) secara gratis.

LSM adalah sarana bagi sekolah untuk dapat melakukan pengaturan dan pengelolaan materi pembelajaran bagi siswa.

Fadly menggandeng ICON+ yang merupakan anak perusahaan PLN (persero) di bidang telekomunikasi.

Untuk itu, LSM dijadikan satu dengan paket data GSM ICON+. Sehingga biaya per bulan ke siswa mulai dari Rp 20.000.

Di platform ini, informasi terkait kegiatan belajar dan mengajar dapat dituangkan dalam satu platform untuk seluruh keperluan siswa.

"Seperti materi pelajaran, bahan ajar, lembar kerja siswa, jadwal pelajaran, kelas online (daring), kelas kursus online, video materi pembelajaran hingga koperasi siswa bisa memanfaatkan untuk menjual barangnya secara online," jelas Fadly, Kamis (30/7/2020).

GM ICON+ SBU Regional Jawa Timur, Agus Widya Santoso dalam rilis FT UB menjelaskan bahwa, ICON+ siap bekerjasama dengan sekolah dan dan juga Dinas Pendidikan di seluruh Jawa Timur untuk menghadirkan sistem pendidikan daring yang murah dan berkualitas.

Sementara Manajer ICON+ Kantor Perwakilan Malang, Eko Candrasasmita menambahkan, LMS yang ditawarkan secara gratis agar dapat mengurangi beban siswa dan juga sekolah dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar saat ini. Dimana semua berbasis daring.

Saat penandatanganan nota kesepahaman antara ICON+ dan perancang LMS pada 27 Juli 2020 lalu, Eko Candrasasmita menyampaikan keluhan dari orang tua murid tentang biaya pembelajaran yang membengkak.

"Ada seorang ibu yang mengatakan bahwa uang kuota internet sebesar Rp 50.000 habis dalam dua hari," ujar Eko.

Karena penggunaan kuota internet yang tidak terkontrol, maka ICON+ berusaha untuk hadir menjadi solusi bagi dunia pendidikan.

Interface LMS sendiri bisa diakses melalui internet pada laman www.lms4free.com yang mana nama domain, tulisan header, gambar dan lain sebagainya dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap sekolah yang ingin menggunakannya.

Fitur lain yang bisa didapatkan dengan penggunaan LMS ini yaitu presensi online dengan menyematkan teknologi geo-tag.

Sehingga setiap murid yang melakukan absensi diketahui lokasinya. Apakah berada di rumah atau tempat lainnya. Ini langsung ditunjukkan secara live saat siswa melakukan presensi online.

Fitur penting lainnya adalah pembelajaran online. Ini sejalan dengan konsep merdeka belajar.

Diman terdapat platform video conference pada laman lms4free. Sehingga guru dapat melakukan kegiatan tatap muka online dengan jumlah murid yang dibatasi sebanyak 50 orang murid saja.

Hasil semua kegiatan pembelajaran onlinr kemudian diunggah di laman youtube milik sekolah.

"Maka siswa bisa mengulang video itu lagi di hati ini. Kami ingin memfasilitasi proses belajar mengajar ini dengan metode yang sederhana, mudah, dan juga murah," ujar Fadly.

Pihaknya akan membagikan secara gratis kepada seluruh sekolah yang membutuhkannya dengan menghubunginya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved