Berita Malang Hari Ini

Rapid Test di Stasiun Malang, 51 Penumpang Non-Reaktif

Sebanyak 51 penumpang telah menjalani rapid test di Stasiun Kota Malang, dan hasilnya non reaktif, Sabtu (1/8/2020).

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Rapid test di Stasiun Malang, Sabtu (1/8/2020). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 51 penumpang telah menjalani rapid test di Stasiun Malang, dan hasilnya non reaktif, Sabtu (1/8/2020).

Layanan rapid test tersebut diberikan kepada para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan kereta api jarak jauh.

Kepala Stasiun Malang, Heru Suprapto menjelaskan rapid test tersebut hanya dilakukan di tiga stasiun Daops 8 Surabaya, yaitu Stasiun Malang, Stasiun Gubeng Surabaya, dan Stasiun Pasar Turi Surabaya.

"Ini adalah pelaksanaan hari pertama rapid test di Kota Malang. Stasiun Malang dipilih karena termasuk stasiun yang melayani kereta api jarak jauh, dan jumlah penumpang di Malang sangat luar biasa pada hari biasa," ucap Heru kepada SURYAMALANG.COM.

Heru mengatakan rapid test ini merupakan syarat wajib bagi penumpang yang akan menjalani perjalanan jarak jauh.

Bila enggan menjalani rapid test, penumpang tersebut harus menunjukkan surat keterangan sehat.

Biaya yang dikenakan dalam rapid test di stasiun sekitar Rp 85.000.

Angka tersebut lebih murah dibandingkan biaya rapid test pada umumnya yang berkisar antara Rp 150.000 sampai Rp 300.000.

"Kami menggelar rapid test setiap hari mulai pukul 07:00 WIB sampai pukul 16:00 WIB," ucapnya.

Bila ada penumpang yang hasil rapid testnya reaktif, PT KAI akan mengembalikan biaya pembelian tiket.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved