Selasa, 19 Mei 2026

Berita Batu Hari Ini

Sebut Ancam Keseimbangan Alam, Warga Pesanggrahan Kota Batu Protes Pembangunan Wisata Alam Alaska

Masyarakat Desa Pesanggrahan Kota Batu menolak pembangunan wahana wisata alam Alaska yang berada di Dusun Srebet

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: isy
istimewa/dok pribadi
Aksi warga Desa Pesanggrahan Kota Batu yang menolak proses pembangunan wisata alam Alaska, Selasa (4/8/2020). 

SURYAMALANG.COM | BATU - Masyarakat Desa Pesanggrahan bersama pengurus Himpunan Petani Pemakai Air (Hipa) dan Himpunan Pemakai Air Minum (Hipam) melakukan aksi tanda tangan di kain putih serta mendatangi Alas Kasinan (Alaska) untuk menolak pembangunan wahana wisata alam yang berada di Dusun Srebet, Selasa (4/8/2020). Aksi tersebut dilakukan bersamaan dengan acara selamatan desa.

Sejumlah warga datang berduyun dengan berjalan kaki menuju Alaska, tempat wisata alam yang sedang dalam proses pembangunan. Masyarakat menuntut pembangunan dan operasional Alaska dihentikan karena takut akan ancaman kerusakan alam, yakni sumber mata air.

Pengurus Hippam Mayangsari di RW 5, Abdul Mutholib menerangkan, awalnya pengelola Alaska konsen ke konservasi alam. Namun pada 2019 mengubah fungsi hutan lindung menjadi objek wisata alam. Ada aktivitas pemotongan bambu dan kayu di lokasi.

Padahal di sana merupakan sumber resapan permukaan hasil penghijauan.

Jika keberadaan pohon rusak, potensi ketersediaan air bisa berkurang.

Apalagi jika ditambahkan dengan adanya bangunan permanen.

"Harusnya jika mengacu UU tidak boleh ada bangunan atau kegiatan apapun sekitar 100 meter dari dekat sumber. Sumber harus dijaga bersama demi mengembalikan fungsi hutan Kasinan seperti semula, tidak ada tegakan bangun beton permanen, pemotongan pohon, serta bambu" terang Mutholib, Selasa (4/8/2020).

Saat ini distribusi air telah mengecil.

Jika tidak dijaga dan dikonservasi, potensi kehabisan sumber mata air bisa saja terjadi.

Masyarakat berharap agar proses pembangunan segera dihentikan.

Mereka juga akan berkoordinasi dengan aktivis alam seperti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), kemudian juga merencanakan melaporkan masalah ini ke Perhutani Jatim hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).

"Makanya dalam selamatan desa ini kami sampaikan juga aspirasi dan keinginan warga jika tidak berkenan dengan adanya Alaska," tambahnya lagi.

Ketua Himpunan Hippam seluruh Desa Pesanggrahan, Achmad Machrus juga mengatakan hal serupa.

Ia berujar kalau di lahan konservasi, tidak boleh ada aktivitas yang berpotensi merusak alam, apalagi sumber mata air.

Apalagi bakal menjadi tempat wisata yang mendatangkan banyak pengunjung.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved