Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Daftar 182 Destinasi Wisata di Jawa Timur yang Sudah Dibuka, Wisata Alam Jadi Primadona

Data Disbudpar Jatim per tanggal 4 agustus 2020 tersebut menunjukan tren pariwisata saat ini mulai bangkit.

ISTIMEWA
ILUSTRASI - Pemandangan wisata alam hutan bambu Desa Sumber Mujur, Lumajang, yang terdapat ribuan bambu dan mata air abadi yang jernih di mana juga terdapat kolam renang 

Penulis : Nurika Anisa , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sektor pariwisata Jawa Timur mulai pulih dengan dibukanya kembali 182 destinasi dari sebanyak 969 objek wisata.

Daftar Ratusan destinasi wisata tersebut berada di 19 kota/kabupaten di Jawa Timur. Di antaranya Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kota Batu dan Pacitan.

Data Disbudpar Jatim per tanggal 4 agustus 2020 tersebut menunjukan tren pariwisata saat ini mulai bangkit.

Presentase pembukaan sekitar 20 persen dengan jumlah 351.247 kunjungan wisatawan.

"Memang baru ditahap 20 persen lah ya, kurang dari 20 persen yang siap dibuka. Perlahan mulai ada geliat ekonomi di sektor pariwisata. Cuma Belum kembali pulih," kata Sekertaris Disbudpar Jatim Bagus Sasmito melalui telpon, Selasa (4/8/2020).

Bagus menilai, masyarakat masih khawatir dan lebih selektif untuk berlibur.

Di samping itu, sebagian masyarakat juga mulai mengunjungi tempat-tempat wisata seperti wisata alam, buatan dan pantai.

"Paling banyak diminati wisata alam, wisata buatan juga lumayan seperti Jatim Park dan Cimory kalau weekend sudah lumayan kunjungan wisatanya. Memang waktu weekday kunjungan tidak normal seperti dulu," kata Bagus.

Untuk atraksi wisata yang dapat mengundang kerumunan sementara diimbau tidak digelar. Sebab terjadinya kerumunan masyarakat dapat mengundang resiko penularan Covid-19.

Pihaknya tidak ingin kecolongan cluster baru di tempat pariwisata. Oleh karenanya, pembukaan destinasi wisata harus mengutamakan kelengkapan protokol kesehatan dan terus melakukan evaluasi penerapannya.

Terpenting, lanjut Bagus, pelaku pariwisata dan masyarakat sebagai wisatawan harus mematuhi protokol kesehatan. Sehingga tidak hanya menikmati keindahan maupun wahana di tempat wisata tetapi juga bisa berwisata dengan sehat, aman dan tetap menyenangkan.

"Pemerintah terus bekerja sama dengan asosiasi, pelaku usaha, apa yang kira-kira bisa kami kalaborasikan untuk kembali menumbuhkan pariwisata," tutup Bagus.

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved