Breaking News:

Berita Kediri Hari Ini

Panduan Kegiatan Hajatan dan Resepsi Nikah Pemkab Kediri, Keluarga Harus Nonreaktif Rapid Test

Pemkab Kediri melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 memberikan izin terkait penyelenggaraan kegiatan hajatan sunatan dan resepsi pernikahan

Penulis: Farid Farid | Editor: isy
Tribunnews.com
Ilustrasi pernikahan di tengah pandemi Covid-19 

SURYAMALANG.COM | KEDIRI - Pemkab Kediri melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 memberikan izin terkait penyelenggaraan kegiatan hajatan sunatan dan resepsi pernikahan. Kebijakan ini dimuat dalam Surat Edaran tentang Pemberitahuan Penyelenggaraan Kegiatan Hajatan nomor 005/1770/418.74/2020.

Surat yang ditandatangani oleh Sekertaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Slamet Turmudi, menjelaskan bahwa semua keluarga harus melakukan rapid test H-3 sebelum acara dengan hasil nonreaktif.

"Selain itu, jumlah undangan yang hadir maksimal adalah 50 persen dari kapasitas ruangan dan jam kegiatan diatur dengan shift sehingga tidak menimbulkan kerumunan," kata Slamet dalam keterangan itu, Kamis (6/7/2020)

Bagi para tamu luar wilayah Kediri wajib membawa hasil rapid test dan hasilnya nonreaktif, menggunakan masker dan membawa hand sanitizer.

Kemudian sebelum kegiatan pihak penyelenggara (keluarga) harus menjelaskan kepada tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat Desa.

Menambahkan Slamet Turmudi Pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat desa yang memberikan rekomendasi untuk dilanjutkan pelaporan ke Gugus Tugas Kecamatan.

Berikut isi dalam panduan penyelenggaraan kegiatan hajatan Sunatan dan Resepsi Kabupaten Kediri:

A. Bagi Gugus Tugas Desa/Kelurahan.
1. Ketua Gugus Tugas Desa membentuk tim untuk mengawasi kegiatan sebelum dan sesudah acara hajatan.
2. Melaksanakan kegiatan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat sebelum acara.
3. Memberikan rekomendasi kegiatan hajatan setelah mendapatkan pertimbangan dari tim pengawas.
4. Melaporkan kegiatan setelah mendapatkan rekomendasi dari tim pengawas kepada tim gugus tugas kecamatan.
5. Membubarkan kegiatan apabila tidak mematuhi protokol kesehatan.

B. Bagi Penyelenggara Hajatan.
1. Semua anggota keluarga harus melaksanakan harus rapid test H-3 sebelum acara dengan hasil nonreaktif.
2. Memaparkan kegiatan kepada tim gugus desa mengenai jumlah tamu undangan konsep kegiatan dan juga apabila menggunakan Event Organizer.
3. Membuat surat pernyataan kesanggupan melaksanakan protokol kesehatan (format terlampir)
4. Wajib mendapatkan rekomendasi dari tim gugus tugas desa atau kelurahan.
5. Apabila tidak mendapat rekomendasi dari gugus tugas desa maka kegiatan dapat dibatalkan atau tidak dilanjutkan.
6. Menghadirkan tim pengawas untuk melakukan pengawasan selama proses acara.
7. Memastikan tamu undangan melakukan protokoler kesehatan.
8. Jumlah tamu undangan yang dihadirkan maksimal 50% dari Kapasitas Ruangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved