Virus Corona di Jatim

22 Ahli Waris Tenaga Kesehatan Yang Meninggal Karena Covid-19 Terima Santunan Dari Menkes Terawan

Jumlah santunan kematian diberikan untuk 22 orang. Sedang pemberian insentif untuk delapan RS yang jadi rujukan penanganan Covid-19.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Ny Titin, ibunda almarhumah dr Putri Wulan Sukmawati menerima santunan atas kematian anaknya yang menangani pasien Covid-19 dari Menkes Terawan Agus Putranto di aula Poltekes Malang, Jumat (7/8/2020). Dr Putri bertugas di RS Dr Soetomo Surabaya dan meninggal pada 5 Juli 2020 lalu. 

Penulis : Sylvianita Widyawati , Edtor : Sylvianita Widyawati

SURYAMALANG.COM, MALANG - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyerahkan santunan pada ahli waris tenaga kesehatan yang meninggal karena menangani Covid-19, Jumat (7/8/2020).

Di moment yang sama Menteri Kesehatan juga memberikan insentif bagi delapan rumah sakit di Jawa Timur, di aula Poltekes Kota Malang.

Jumlah santunan kematian diberikan untuk 22 orang. Sedang pemberian insentif untuk delapan RS yang jadi rujukan penanganan Covid-19.

Tenaga kesehatan yang meninggal karena terpapar ada dokter, perawat dan radiografer dari rumah sakit dan Puskemas di Jawa Timur.

Untuk santunan diberikan Rp 300 juta per tenaga kesehatan yang meninggal.

"Semoga santunan ini bisa bermanfaat buat keluarga yang ditinggalkannya. Negara tidak akan lupa akan jasa-jasanya," jelas Terawan saat memberi santunan.

Para ahli waris nampak menahan tangis saat menerima santunan itu.

Salah satu ahli waris, Ny Titin, ibunda almarhumah dr Putri Wulan Sukmawati.

Pada suryamalang.com, Titin menyatakan sudah tidak bertemu anaknya sejak menyatakan diri merasa kena Covid-19 dan meninggal pada 5 Juli 2020.

"Waktu itu ia telpon saya. Aduh, Umi. Aku kena. Badanku panas tinggi setelah menangani pasien," cerita Titin di halaman Poltekes. Matanya dipenuhi airmata.

Almarhum anaknya bilang jika sudah mengonsumsi vitamin dosis tinggi.

Setelah itu, ia menjalani swab dan dinyatakan positif.

Almarhumah sedang menjalani Program Studi Dokter Spesialis (PDDS) anak di FK Unair dan bertugas di RS Dr Soetomo Surabaya saat dinyatakan terinfeksi Covid-19.

"Sebelum meninggal, ia dirawat selama 20 hari dan kemudian meninggal 5 Juli 2020," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved