Berita Jember Hari Ini

Warga Kaliwates Demo RS di Jember, Pertanyakan Ayahnya yang Divonis Meninggal Karena Corona

Sejumlah warga mendatangi dan berdemo di Rumah Sakit Bina Sehat, Jember, Jumat (7/8/2020).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: isy
sri wahyunik/suryamalang.com
Warga Jember, Ahmad Said, menunjukkan hasil tes swab milik almarhum ayahnya yang dia nilai janggal. 

Kembali Said melayangkan protes. Dia merasa janggal dengan surat hasil laboratorium tersebut.

"Kejanggalan pertama, kenapa surat hasil lab ini tidak ada nomor registernya. Keduanya, tes swab (PCR) itu sepengatahuan saya hanya di RSD dr Soebandi dan RS Jember KLinik. Ini kenapa pihak RS Bina Sehat bisa mengeluarkan," imbuh Said.

Said dan keluarganya tetap tidak percaya.

Akhirnya warga sempat memutuskan hendak membongkar makam Rosidi.

Rencana pembongkaran makam pada Jumat (7/8/2020) siang seusai salat Jumat itu dilarang oleh pihak Muspika Kaliwates.

Kapolsek, Camat, dan Danramil Kaliwates melakukan negosiasi dengan Said supaya pembongkaran tersebut tidak dilakukan.

Muspika menjanjikan bisa berkomunikasi dengan pihak manajemen RS Bina Sehat, juga Dinas Kesehatan Jember.

Negosiasi berjalan cukup alot, tetapi menghasilkan kesepakatan makam Rosidi tidak jadi dibongkar.

Warga kemudian mendatangi RS Bina Sehat yang terletak tidak jauh dari rumah duka.

Jajaran Muspika Kaliwates dan sejumlah personel Polres Jember mengawal warga.

Secara spontan, warga pun melakukan unjuk rasa di depan RS Bina Sehat.

Mereka menduduki lorong menuju pintu masuk area rawat jalan RS Bina Sehat.

Selama beberapa jam, warga menunggu. Sampai akhirnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini, perwakilan manajemen RS Bina Sehat, dan Puskesmas Kaliwates menemui Said.

Pertemuan dilakukan secara tertutup sekitar 45 menit.

seusai pertemuan itu, Said mengaku tetap tidak puas dengan penjelasan pihak berwenang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved