Berita Malang Hari Ini
Curhat Ojek Kuda di Gunung Bromo, 6 Bulan Nihil Penghasilan, Dapat Bantuan Hanya Sekali
Akibat pandemi Covid-19, ojek kuda di Gunung Bromo tak dapat penghasilan selama enam bulan.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | MALANG - Akibat pandemi Covid-19, ojek kuda di Gunung Bromo tak dapat penghasilan selama enam bulan. Cerita itu disampaikan oleh Surato, warga asli Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusomo, Kabupaten Malang.
Periode pahit itu ia rasakan selama Wisata Gunung Bromo ditutup.
"Gak dapat penghasilan dari ojek kuda selama 6 bulan. Karena kan gak boleh bawa pengunjung ke bawah (Bromo)," tutur Surato ketika ditemui di pintu masuk Bromo - Ranupani pada Jumat (28/8/2020).
Surato terpaksa memutar otak agar asap dapur tetap mengepul.
Untuk itu, ia menjadi petani kubis meski hasilnya tidak seberapa.
"Kubis sekarang murah. Saya juga tanam bawang. Jadinya waktu gak ngojek kuda ya jadi ke kebun," ungkap Surato.
Surato sebenarnya sempat merasakan bantuan dari Pemkab Malang. Berupa beras seberat 5 kilogram.
Namun kenikmatan bantuan itu hanya bertahan sekejap.
"Diberi bantuan ya sekali saja. Ingat saya bulan April. Beras itu habis dalam waktu 4 hari saja," katanya.
Surato sekarang pasrah diberi bantuan atau tidak dari Pemkab Malang.
"Saya kalau dikasih bantuan ya mau. Kalau minta ya gak berani. Kalau ada yang bantu ya tidak nolak. Terserah pemerintah saja," bebernya.
Kini, Wisata Gunung Bromo telah resmi dibuka.
Surato berharap bisa mengais nafkah kembali dari pekerjaannya ojek kuda.
"Hari pertama ini masih sepi. Ada pengunjung tapi naik motor. Jadi saya belum narik kuda," jelas Suroto.
Suroto mematok tarif ojek kuda berdasarkan jauh dan dekat.
Sesuai permintaan wisatawan.
"Tarifnya Rp 50 ribu. Kalau jauh ya Rp 100 ribu," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gunung-bromo-dibuka-lagi-malang.jpg)