Senin, 27 April 2026

Virus Corona di Banyuwangi

Kemenkes Supervisi Penanganan Klaster Covid-19 Ponpes Blokagung Banyuwangi

Setelah Kamis (27/8/2020) santri yang dinyatakan positif Covid-19 mencapai 110 orang, kini Jumat (28/8/2020), terdapat tambahan 89 santri lagi.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Haorrahman
Kemenkes RI dan Satgas Covid 19 Banyuwangi koordinasi tangani klaster pondok pesantren. 

Penulis : Haorrahman, Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan supervisi terhadap penanganan klaster Ponpes Blokagung di mana didapati banyak santri yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Jumlah santri yang terkonfirmasi Covid-19 pun masih terus bertambah hingga kini.

Setelah Kamis (27/8/2020) santri yang dinyatakan positif Covid-19 mencapai 110 orang, kini Jumat (28/8/2020), terdapat tambahan 89 santri lagi.

Sehingga total per hari ini jumlah santri yang positif Covid-19 mencapai 199 santri.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, kasus ini memang butuh penanganan yang luar biasa.

"Ini butuh penanganan luar biasa karena ini bukan kasus biasa. Butuh penanganan dari orang-orang dengan trek record yang baik," kata Anas.

Anas mengatakan tim medis dari Kemenkes adalah mereka yang telah berpengalaman dalam menangani pasien covid 19 di Wisma Atlet.

Budi Hidayat, Sektetaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes mengatakan, dalam penanganan klaster ponpes ini sudah satu persepsi dengan Bupati Banyuwangi.

"Kita sudah satu persepsi. Ini masalah kita bersama. Kita bisa tangani dengan tepat, cepat, dan komprehensif," kata Budi.

Budi mengatakan telah menyiapkan tim kesehatan. Tim tersebut merupakan tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, epdimologo, sanitarian, entomoloog, ahli gizi, dan psikolog.

"Kami akan melakukan karantina dan tangani secara komprehensif," kata Budi.

Selain karantina menurut Budi, tim akan lakukan swab pada seluruh santri.

Tim kesehatan telah menyiapkan 6000 alat PCR untuk lakukan swab, yang nantinya akan dikirimkan ke Jakarta dan Surabaya.

"Selain itu kita akan beri obat, lalu kita tunggu 14 hari," katanya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved