Senin, 11 Mei 2026

Berita Surabaya Hari Ini

2 Mahasiswi Desain Fashion dan Tekstil UK Petra Raih Juara, Manfaatkan Limbah Plastik dan Kain

Penggunaan limbah botol mineral ini bukan tanpa sebab. Tiffany ingin mengurangi pencemaran lingkungan akibat banyaknya limbah plastik.

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Zainal Arif
Mahasiswi Program Studi Desain Fashion dan Tekstil (DFT) UK Petra Tiffany (Kanan) karya busana 'Awekening" dengan mengaplikasikan recycle bunga berbahan plastik daur ulang dan Avke Kurnia Septianingrum Azalya (Kiri) busana "Sustainable Dysto-Tenun War" berbahan dasar taplak meja dan beberapa busana daur ulang lain yang berhasil meraih penghargaan pada Surabaya Fashion Designer Award 2020, Jumat (4/9/2020). 

Penulis : Mohammad Zainal Arif , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dua mahasiswi program studi desain fashion dan tekstil (DFT) Universitas Kristen (UK) Petra, Tiffany dan Auke Kurnia Septianingrum Azalya membuat desain baju dari bahan limbah.

Dengan waktu kurang lebih 1 bulan, Tiffany berhasil menyulap limbah botol plastik menjadi sebuah karya yang unik dan menarik perhatian yang ia tuangkan kedalam sebuah desain baju dengan konsep zero waste berjudul Awekening.

Tiffany bercerita, konsep desain baju yang ia buat selama 1 bulan ini menggambarkan seorang putri kerajaan dengan kehidupan serba mewah tetapi secara tiba-tiba harus menjadi pemimpin bagi rakyatnya.

Hingga akhirnya sang putri dapat kembali membangun pemerintahan dalam kerajaan tersebut berkat keuletan, dan sifat pantang menyerah.

"Penggunaan aplikasi recycle bunga dari plastik karena tetap ingin memperlihatkan sisi elegant, kreatif, keberanian dan kepintaran dari seorang putri," ungkap Tiffany kepada SURYA.co.id, Jumat (4/9/2020).

Baju tersebut berbentuk menyerupai jumpsuit dilengkapi outer yang cocok bagi para wanita muda yang aktif dalam beraktifitas.

Terkait material yang digunakan, mahasiswi angkatan 2018 ini menggunakan kain daces, kain sifon crepe, dan kain kaca.

"Lurik ini saya tambahkan agar lebih unik, untuk penggunaan limbah plastik ini saya bentuk seperti bunga dan ditambahkan manik-manik lalu dijahit agar lebih menarik," jelasnya.

Tiffany mengumpulkan botol plastik yang sudah tidak digunakan terlebih dahulu, sebelum dipotong kecil-kecil. Setelah itu, dibakar diatas api kemudian dijahit ke baju bersama dengan manik-manik.

Penggunaan limbah botol mineral ini bukan tanpa sebab. Tiffany ingin mengurangi pencemaran lingkungan akibat banyaknya limbah plastik.

"Saya berharap orang-orang lebih memperhatikan lingkungan. Karena dari limbah itu, kita masih bisa mengolahnya menjadi sebuah karya yang bagus, saya sangat senang hasil karya baju yang saya buat dengan susah payah bisa diapresiasi dan jalan di runway dilihat oleh orang-orang," ungkap gadis berkacamata itu.

Berkat karya tersebut, perempuan 20 tahun ini berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi Surabaya Fashion Designer Award 2020 yang digelar di Chameleon Hall Tunjungan Plaza 6, Surabaya.

Padu Padan Limbah Tekstil dengan Kain Tenun NTT 

Berbeda dengan Tiffany, Avke Kurnia Septianingrum Azalya berhasil mempadu padankan limbah tekstil dengan kain tenun asal NTT kedalam desain bajunya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved