Pilbup Sidoarjo
3 Pasangan Bakal Calon Akan Bersaing di Pilbup Sidoarjo 2020, PKB Usung Gus Muhdlor - Subandi
Tiga pasangan bakal calon akan bersaing dalam Pemilihan Bupati atau Pilbup Sidoarjo 2020.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tiga pasangan bakal calon akan bersaing dalam Pemilihan Bupati atau Pilbup Sidoarjo 2020.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan rekomendasi kepada pasangan Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) - Subandi di Pilbup Sidoarjo 2020.
Pasangan Gus Muhdlor - Subandi akan bersaing dengan Bambang Haryo Soekartono-Taufiqulbar, dan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik.
"Kami mendaftar ke KPU pada Minggu (6/9/2020) setelah Magrib," ujar Fauzan Fuadi, Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (6/9/2020).
Fauzan Fuadi menjelaskan DPP PKB yang lebih mengetahui pertimbangkan pemberian rekomendasi kepada pasangan Gus Muhdlor - Subandi.
Fauzan menegaskan kapabilitas Gus Muhdlor tidak perlu diragukan, termasuk tingkat keterpilihan.
Sebelumnya, Gus Muhdlor bersaing ketat dengan Ahmad Amir Aslichin (Mas Iin) di internal PKB.
Dua nama tersebut cukup memiliki pengaruh kuat.
Mas Iin merupakan anggota DPRD Jatim dari dapil Jatim 2 (Sidoarjo), dan juga putra mantan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.
Sedangkan Gus Muhdlor adalah figur muda yang telah menjadi Direktur Pendidikan Yayasan Bumi Sholawat Progresif Sidoarjo, Sekretaris GP Ansor Sidoarjo, dan putra tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU), KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali).
Menurut Fauzan, ada tugas lain yang disiapkan DPP untuk Mas Iin.
"Menurut saya, Mas Amir Aslichin dan Gus Muhdor adalah kader-kader terbaik PKB dan NU. Penunjukan Gus Muhdor hanya soal berbagi peranan," katanya.
Pihaknya optimistis PKB akan solid mengawal proses pemenangan Pilbup Sidoarjo.
"Kami perintahkan seluruh komponen PKB di Sidoarjo segera merapatkan barisan," tegasnya.
"seluruh kader PKB wajib bahu-membahu mengamankan Surat Keputusan DPP," terang Fauzan yang juga Ketua Fraksi PKB di DPRD Jatim ini.
PKB memiliki 16 kursi DPRD Sidoarjo sehingga bisa mengusung calon sendiri tanpa koalisi.