Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Doa Bersama Karyawan Kompas Gramedia Malang untuk Almarhum Jakob Oetama

Doa bersama itu diikuti oleh seluruh perwakilan karyawan dari anak perusahaan Kompas Gramedia di wilayah Malang

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Suasana doa bersama karyawan Kompas Gramedia untuk Jakob Oetama di Kota Malang di Kantor Harian SURYA Biro Malang, Kamis (10/9/2020) 

Penulis : M Rifky Edgar H , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Rasa duka mendalam dirasakan oleh semua karyawan Kompas Gramedia di seluruh Indonesia termasuk di Kota Malang atas berpulangnya pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama.

Bertempat di Kantor Harian Surya Biro Malang, perwakilan karyawan Kompas Gramedia yang berdomisili di Kota Malang melakukan doa bersama untuk almarhum, Kamis (10/9/2020).

Doa bersama itu diikuti oleh seluruh perwakilan karyawan dari anak perusahaan Kompas Gramedia di wilayah Malang, yakni Hotel Santika Premier, Hotel Amaris, Kompas Gramedia Express, Gramedia, Kompas TV, Harian Surya dan Harian Kompas.

Berbagai pengalaman saat bertemu dengan almarhum disampaikan oleh masing-masing perwakilan anak perusahaan Kompas Gramaedia.

Pimpinan Hotel Santika Premier Malang, Sang Nyoman Gunarta, menyampaikan, pada tahun 2011 lalu, dirinya pernah bertemu dengan almarhum di Jakarta.

Dia bersama lima orang karyawan KG yang lain diminta untuk menghadap ke kantornya.

Pada saat itu, Nyoman pun merasa gugup, dan berpikiran menjelaskan presentasi dan strategi bisnis kepada beliau.

Akan tetapi, saat namanya dipanggil, Jakob Oetama malah tertarik dengan Nyoman yang dia katakan dari Bali.

"Mas kamu dari Bali?, Bagaimana kegiatan Subak di sana?. Karena Subak di sana itu dilestarikan dan dikenal dunia," ucap Jakob ditirukan oleh Nyoman kepadanya.

Apa yang dikatakan oleh almarhum, dikatakan Nyoman jauh dari apa yang dia pikirkan.

Di sana mereka membahas tentang keanekaragaman budaya di Indonesia yang berlangsung hampir setengah jam.

Nyoman menggambarkan sosok almarhum sebagai seseorang yang mencintai Budaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

"Sebagai pimpinan perusahaan besar, ternyata budaya dan kemanusiaan sangat disentuh oleh beliau. Beliau banyak membicarakan soal karakter dan bukan manajemen. Bagaimana karyawan bisa membangun nilai-nilai dengan etos kerja yang baik, serta menghargai apa yang sudah kita miliki," ucapnya.

Selain itu, pengalaman yang tak terlupakan juga dialami oleh Kepala Biro Harian Kompas Malang, Siwi Yunita pada tahun 2004 silam.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved