Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Suwaibatul Annisa Dapat Beasiswa MSD Animal Health/WVA Veterinary Student Scholarship Program 2020

Suwaibatul Annisa menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia yang dapat beasiswa dari MSD Animal Health/WVA Veterinary Student Scholarship Program 2020.

SURYAMALANG.COM/Sulfi Sofiana
Suwaibatul Annisa 

SURYAMALANG.COM – Suwaibatul Annisa menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia yang berhasil mendapat beasiswa dari MSD Animal Health/WVA Veterinary Student Scholarship Program 2020.

Mahasiswi Pendidikan Dokter Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya angkatan 2017 ini mendapat bantuan dana pendidikan sebesar US 5000 dollar dari program tersebut.

"Saya akan pakai dana itu untuk upgrade karier di dunia kedokteran hewan dan untuk meningkatkan pengalaman akademik dengan magang atau mengikuti konferensi," ucap Suwaibatul Annisa kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (10/9/2020).

Saat mengajukan beasiswa, cewek yang akrab disapa Ica ini menyiapkan transkrip nilai, surat keterangan aktif, minta surat rekomendasi dari dosen dan dekan, serta membuat personal statement.

Pada tahap pembuatan personal statement, Ica harus menceritakan kelebihannya, aktivitas studi, keadaan finansial, dan potensi di masa depan.

Makanya Ica perlu mengetahui passionnya.

Di antara cara untuk menemukan passion dan tujuan karier yang dilakukan dengan mencoba-coba.

"Mumpung masih muda, lakukan sekarang. Coba semua hal agar tahu mana yang membuat enjoy atau tidak, dan mana yang bisa diusahakan atau tidak," terang Ica.

Ica juga sempat mengalami hambatan saat mempersiapkan persyaratan untuk mengajukan beasiswa.

Menurutnya, beberapa beasiswa taraf internasional dan nasional memiliki perbedaan format dalam penulisan recommendation letter.

Program beasiswa yang diikuti oleh Ica tersebut mempersyaratkan agar recommendation letter ditulis dalam bentuk esai.

Namun, format dari kemahasiswaan fakultasnya hanya menyertakan nama dan nomor induk mahasiswa (NIM) mahasiswa.

"Karena recommendation letter perlu KOP, butuh waktu untuk berdiskusi dengan pihak kemahasiswaan agar mau mengubah format tersebut menjadi bentuk esai," terang Ica.

Tantangan lain adalah dalam hal bahasa. Program beasiswa internasional mengharuskan beberapa dokumen dalam bentuk bahasa Inggris.

"Persiapkan berkas dan persyaratan pengajuan beasiswa jangan terllau mendekati tenggat waktu deadline. Hal tersebut bisa membuat kehilangan kesempatan ketika melewati tenggat waktu," terangnya.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved