Breaking News:

Berita Kediri Hari Ini

Manajer Persik Kediri Kena Razia Protokol Kesehatan dan Didenda, Begini Reaksi Syarif Hidayatullah

Manajer Persik Kediri Syarif Hidayatullah terjaring Operasi Yustisi melanggar protokol kesehatan dan kena denda

Satpol PP Kota Kediri
Petugas memberikan penindakan terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan untuk disidangkan di PN Kota Kediri, Rabu (16/9/2020). 

SURYAMALANG.COM | KEDIRI - Hari kedua penindakan pelanggaran protokol kesehatan kembali memberikan sanksi kepada 25 pelanggar. Rinciannya, 23 penindakan dan 2 teguran tertulis.

Razia yang melibatkan petugas gabungan Satpol PP, Polisi dan TNI berlangsung di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl PK Bangsa, Kota Kediri, Rabu (16/9/2020). Kali ini petugas bertindak tegas terhadap para pelanggar tanpa memandang statusnya.

Para pelanggar ada yang berprofesi guru, pegawai negeri sipil (PNS), pengusaha hingga Manajer Persik Kediri Syarif Hidayatullah. Penindakan petugas terhadap pelanggar protokol kesehatan berdasarkan Perda Pemprov Jatim No 2/2020.

Petugas penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dari Satpol-PP yang membuatkan berkas bukti pelanggaran.

Petugas secara selektif memilah pengendara sepeda motor dan mobil yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Bagi yang melanggar kemudian diminta berhenti dan menepi serta menghadap petugas PPNS.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid, menjelaskan petugas telah membuatkan berkas bukti pelanggaran yang akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri.

Bagi pelanggar diminta mengikuti sidang denda di PN Kota Kediri hari, Senin (21/9/2020).

Sedangkan KTP milik pelanggar protokol kesehatan diamankan serta diambil saat sidang di PN Kota Kediri.

"Pelanggar yang tidak memakai masker sebanyak 25 orang pengendara roda 2 dan roda 4. Sebanyak 23 pelanggar ditindak serta dua mendapatkan teguran tertulis," jelasnya.

Sementara Syarif Hidayatullah, Manajer Persik Kediri, salah satu pelanggar protokol kesehatan mengakui dan tidak masalah mendapatkan sanksi denda karena tidak memakai masker saat berkendara.

"Saya baru tahu kalau di dalam kendaraan harus memakai masker. Tadi saya sudah menyiapkan masker, cuma tidak saya pakai. Masker saya pakai setelah keluar dari kendaraan," ungkap Syarif.

Syarif mengimbau kepada masyarakat untuk wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, di dalam kendaraan dan tempat umum.

"Kalau perlu juga membawa hand sanitizer," tambahnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved