Berita Malang Hari Ini
Gimbal Alas Indonesia Pasang Prasasti In Memoriam Soe Hok Gie – Idhan Lubis di Puncak Mahameru
Tim dari komunitas penggiat alam bebas dan seni Gimbal Alas Indonesia memasang prasasti In Memoriam Soe Hok Gie – Idhan Lubis di Puncak Mahameru 3676
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : M Rifky Edgar , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Gimbal Alas Indonesia 3676 mdpl berhasil memasang Prasasti Soe Hok Gie dan Idhan Lubis di puncak Gunung Semeru akhir pekan lalu.
Tim dari komunitas penggiat alam bebas dan seni Gimbal Alas Indonesia memasang prasasti In Memoriam Soe Hok Gie – Idhan Lubis di Puncak Mahameru 3676 Mdpl ini pada hari Sabtu dan Minggu, 19 dan 20 September 2020.
Pemasangan Prasasti Soe Hok Gie dan Idhan Lubis tersebut ditempatkan pada lokasi gerbang masuk para pendaki dari lereng bawah menuju area Puncak Mahameru 3676 mdpl, pada titik koordinat S 08°06’26.8” E 112°55’17.7”.
Bagi pecinta aktivitas mendaki gunung dan aktivis kampus tentunya sudah tidak asing dengan kisah sosok Soe Hok Gie – Idhan Lubis.
Bahkan beberapa waktu lalu prasasti In Memoriam Soe Hok Gie – Idhan Lubis seolah identik dengan puncak Mahameru, hingga akhirnya prasasti sebelumnya rusak.
Setelah sekian waktu tak ada lagi prasasti In Memoriam Soe Hok Gie – Idhan Lubis di puncak Mahameru karena rusak, kini prasasti baru telah terpasang.
Tanpa ada stigma apapun terhadap Gie (panggilan Soe Hok Gie) , Gimbal Alas Indonesia 3676 mdpl menginisiasi untuk memasang prasasti Soe Hok Gie.
"Mengingat semangat yang begitu luar biasa yang diwariskan oleh Gie, maka sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada Gie, bahwa Gie adalah sosok pahlawan pelestari sumber daya alam Indonesia," tulis Teguh Priejatmono selaku koordinator kegiatan dalam rilis resmi Gimbal Alas 3676 mdpl, Rabu (23/9/2020).
Menurutnya, hikmah yang bisa diambil dari pemasangan Prasasti In Memoriam SoeHok Gie dan Idhan Lubis ini bagi para pemuda, mahasiswa, bagi petualang muda dan pendaki gunung masa kini, bahwa mereka adalah faktor kunci bagi keberlangsungan bangsa dan negara Indonesia, sehingga bisa tetap kritis untuk berpijak pada kebenaran, memiliki idealisme tinggi, tidak munafik, pantang putus asa dan tidak manja ( mengeluh saat ditekan, ganas luar biasa bila diberi kekuasaan ).
Gie merupakan sosok yang patut diteladani sebagai aktivis muda pada jamannya dengan rasa kecintaannya yang tinggi terhadap bangsa dan tanah air Indonesia tanpa harus terikat oleh sekat – sekat dikotomi – dikotomi yang berbau suku – ras – agama.
"Sesuai pesan Gie dalam ungkapannya, bahwa “ mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah agar mahasiswa Indonesia ( berkembang menjadi manusia – manusia yang biasa) menjadi pemuda – pemuda dan pemudi – pemudi yang bertingkah laku normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia,” papar Teguh.
Tentang Soe Hok Gie
Soe Hok Gie adalah tokoh mahasiswa demonstran pada masanya, kharismanya tetap lekat dalam ingatan kaum muda Indonesia dari jaman ke jaman.
Sebagaimana diketahui gerakan mahasiswa di era 1965 - 1966 melahirkan Soe Hok Gie sebagai tokoh demonstran yang mati muda di Lereng Gunung Semeru 3676 mdpl.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/prasasti-in-memoriam-soe-hok-gie-idhan-lubis-mahameru-gimbal-alas-indonesia.jpg)