Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kuasa Hukum Sugeng Santoso Belum Terima Salinan Putusan MA

pihak kuasa hukum Sugeng Santoso masih belum menerima salinan putusan secara lengkap dari Mahkamah Agung

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: isy
Kolase - SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya - Polresta Malang Kota
Sugeng Santoso terpidana kasus mutilasi Pasar Besar Kota Malang dijatuhi vonis hukuman mati setelah Kasasi dikabulkan MA 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Hingga saat ini, pihak kuasa hukum Sugeng Santoso masih belum menerima salinan putusan secara lengkap dari Mahkamah Agung. Oleh karena itu pihak kuasa hukum belum dapat melakukan rencana atau langkah upaya hukum selanjutnya.

"Kalau belum menerima lengkap salinan putusan, kami belum bisa menentukan apa yang menjadi pertimbangan kami mengajukan upaya hukum. Padahal di dalam salinan putusan, terdapat pertimbangan atau alasan dari pihak hakim MA menjatuhkan pidana mati kepada Sugeng Santoso," ungkap kuasa hukum Sugeng Santoso, Iwan Kuswardi kepada TribunJatim.com, Minggu (27/9/2020).

Dirinya pun mengaku bahwa pihaknya merasa dirugikan, dengan adanya hal tersebut.

"Di satu sisi, kami telah diberitahu secara resmi melalui petikan salinan putusan dari MA. Namun di sisi lain kami merasa dirugikan secara waktu, karena salinan putusan secara lengkap belum dikirimkan kepada kami. Dan kami pun juga telah menandatangani Relas Pemberitahuan Putusan Kasasi," bebernya.

Padahal konsekuensi dari menandatangani Relas Pemberitahuan Putusan Kasasi adalah tenggat waktu mengajukan upaya hukum luar biasa (pengajuan Peninjauan Kembali) telah berkurang. Dimana batas waktu pengajuan Peninjauan Kembali (PK) yaitu selama 180 hari.

"Dan hal itu jelas sangat merugikan hak hukum dari klien kami, yaitu Sugeng Santoso," tambahnya.

Terkait lambatnya pengiriman salinan putusan ini, Iwan Kuswardi mengaku belum tahu alasannya.

Ia hanya bisa menunggu putusan tersebut, sembari terus berkomunikasi dengan pihak keluarga Sugeng.

"Kami sendiri telah berbicara Sugeng Santoso dan pihak keluarga Sugeng, terkait vonis hukuman mati dari MA. Dan semuanya menyayangkan hukuman mati tersebut. Karena keluarga Sugeng yakin, bahwa apa yang dilakukan Sugeng Santoso bukan membunuh orang tetapi memotong mayat yang sudah tidak bernyawa," tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sugeng Santoso (49), warga Jodipan, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang merupakan terpidana mutilasi Pasar Besar, Kota Malang telah dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Agung (MA).

Sugeng melakukan mutilasi terhadap seorang wanita yang sampai saat ini masih berstatus Mrs X.

Jasad wanita tersebut ditemukan terpotong menjadi beberapa bagian.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved