Breaking News:

Travelling

Daftar Kawasan Kumuh yang Telah Berubah Jadi Kampung Wisata di Kota Malang

Saat ini luas kawasan kumuh di Kota Malang hanya tersisa 73 hektar. Sebagaian kawasan kumuh telah berubah menjadi kampung wisata.

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Kampung Warna-Warni Jodipan, Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kawasan kumuh di Kota Malang hanya tersisa 73 hektar.

"Kami sudah menangani 88 persen kawasan kumuh. Data itu sejak tahun 2015 di SK lama. Saat ini jumlahnya sudah lebih dari itu. Kami akan perbarui SK-nya," ucap Sutiaji, Wali Kota Malang saat menjadi pembicara dalam Peringatan Hari Habitat Dunia 2020 yang digelar Kementrian PUPR, Senin (28/9/2020).

Sutiaji mengatakan mayoritas kawasan kumuh di Kota Malang berada di bantaran sungai.

Mengingat Kota Malang merupakan kota yang banyak dialiri oleh sungai-sungai besar, salah satunya sungai brantas.

Oleh karenanya, penanganan kawasan kumuh menjadi prioritas Pemkot Malang. Salah satu program yang banyak diapresiasi ialah banyaknya kampung kumuh yang kini disulap menjadi kampung wisata.

Seperti kampung 3G Glintung, Kampung Tridi dan Kampung Warna-Warni Jodipan yang kini menjadi salah satu ikon di Kota Malang.

Menurutnya, adanya kampung-kampung tersebut merupakan kolaborasi pentahelix yang telah dibentuk sejak lama oleh pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya.

"Jadi bagaimana cara penanganan itu yang sering diberikan apresiasi karena keterpaduan perencanaan dan eksekusi. Titik mana yang dilihat pemerintah pusat dan mana yang di lihat oleh Pemda."

"Ini kolaborasi dan menjadi role model penataan kawasan di Indonesia. Diambil lah Malang karena kami memiliki kolaborasi pentahelix," ucapnya.

Untuk itu, guna mengentaskan lagi kawasan kumuh di Kota Malang, Pemkot Malang memiliki rencana pembangunan rusunawa atau hunian alternatif lain bagi warga.

Hunian tersebut yang nantinya akan menampung masyarakat yang hidupnya di bantaran sungai.

Kini pihaknya sedang memutar otak untuk mencarikan kerja sama maupun upaya bantuan dari pemerintah pusat.

Hal itu dilakukan guna menyediakan insfratuktur hunian agar dapat mengurangi pemukiman di daerah bantaran sungai.

"Rumah susun ini juga menjadi termasuk hunian baru itu. Tadi juga sempat disampaikan oleh Kementerian PUPR, bahwa itu juga menjadi bagian untuk dikerjasamakan," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved