Selasa, 2 Juni 2026

Berita Sidoarjo Hari Ini

Wawancara Eksklusif Suud Rusli, Eks Pasukan Elit Terpidana Mati Kasus Pembunuhan Dirut PT Asaba

Bukan hanya kasus pembunuhannya, ulah Suud Rusli yang berhasil kabur sebanyak dua kali dari rumah tahanan berbeda juga pernah menyita perhatian,

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
ISTIMEWA
Suud Rusli, kini menjalani pembinaan di Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo. Ia berharap bisa mendapat keringanan dari vonis hukuman mati yang didapatnya 

Penulis : Febrianto Ramadani , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Masih ingat dengan Suud Rusli ? Sosok mantan anggota salah satu kesatuan khusus TNI, Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib) yang terlibat kasus pembunuhan.

Bukan hanya kasus pembunuhannya, ulah Suud Rusli yang berhasil kabur sebanyak dua kali dari rumah tahanan berbeda juga pernah menyita perhatian,

Kini ia menjadi warga binaan di Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Suud Rusli merupakan salah satu pelaku pembunuhan yang menewaskan Direktur Utama (Dirut) PT Aneka Sakti Bhuana (Asaba), Boedyharto Angsono, beserta pengawal pribadinya, Serda Edy Siyep, yang juga merupakan anggota Kopassus, 2003 silam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Boedyharto dan ‎Serda Edy dibunuh di depan lapangan basket Gelanggang Olahraga (GOR) Sasana Krida Pluit, Jakarta Utara, oleh Suud dan Ahmad Syam.

Suud Rusli juga mantan prajurit Marinir,  prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib) yang berpangkat kopral dua. Batalyon Taifib adalah satuan elit di dalam korps Marinir Angkatan Laut.

Suud Rusli mendapatkan vonis hukuman mati.

Beberapa hari kemudian, ia bersama Ahmad Syam melarikan diri dari Rumah Tahanan Militer (RTM) Senen Jakarta Pusat, dengan cara memotong jeruji jendela sel tahanan menggunakan gergaji besi.

Tetapi pelarian Suud tidak lama, ia berhasil ditangkap di Malang, Jawa Timur. Tim Pomal harus menembakan 2 peluru ke kaki Suud.

Agar tidak kabur lagi, Suud dan Syam kembali dijebloskan ke RTM Cimanggis. Meskipun demikian, Suud dan Syam berhasil melarikan diri lagi dari penjara militer tersebut. Saat itu, dia menggunakan sejumlah sarung yang telah ia kumpulkan sebelumnya. Dengan sarung tersebut, dia memanjat dinding sel. Suud kembali tertangkap pada November 2005.

Sementara, rekannya tersebut tewas akibat timah panas, lantaran melakukan perlawanan ketika ditangkap oleh Pomal.

Pada Jumat (25/9/2020). SURYAMALANG.COM  berkesempatan wawancara eksklusif Suud Rusli melalui telepon. Kami mencoba menanyakan kabar dan aktivitasnya saat ini.

"Alhamdulillah kondisi saya baik baik saja," ujarnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, lewat telepon salah satu petugas Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Berikut Petikan Wawancara Eksklusif Antara Wartawan Surya Bersama Suud Rusli.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved