Berita Malang Hari Ini
Mahasiswa Unisma Teliti Limbah Cangkang Udang Untuk Basmi Jamur Di Kelapa Sawit
Empat mahasiswa Biologi Universitas Islam Malang (Unisma) dibawah bimbingan Dr Nurul Jadid Mubarakati SSi.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Empat mahasiswa Biologi Universitas Islam Malang (Unisma) dibawah bimbingan Dr Nurul Jadid Mubarakati SSi.
Tim ini lolos pada lomba riset kelapa sawit untuk mahasiswa yang diadakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berada dibawah naungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Mereka adalah Immega Adelia Nurdin bersama Yulan Hardias Putri, Della Nur Hayati dan Tri Widyaningsih.
Mereka meneliti Kapsul Nanokitin Pembasmi Jamur Genoderma sp dengan memanfaatkan limbang cangkang udang. Dana riset yang diperoleh cukup besar yaitu Rp 20 juta.
"Cangkang udang mengandung kitin yang berfungsi sebagai anti fungi dan anti mikroba. Selanjutnya diolah menjadi kapsul bertujuan untuk mempermudah pemakaiannya," jelas Immega pada suryamalang.com, Senin (12/10/2020).
Karena nanti hasilnya akhirnya berbentuk nano, saat ini, tim masih melakukan uji skala laboratorium.
"Jadi belum sampai tahap pengaplikasian," jelasnya.
Dikatakan, saat ini banyak pupuk yang beredar yang digunakan oleh petani untuk membasmi jamur itu.
Adanya jamur Genoderma sp membuat busuk pangkal batang pohon kelapa sawit.
"Karena masih penelitian, maka masih belum bisa membasmi jamur Ganoderma secara maksimal. Sebab masih dalam tahap uji laboratarium," kata Mega.
Atas perolehan dana riset itu, timnya merasa senang.
"Ya Alhamdulillah kami bersyukur bisa termasuk dalam 30 besar tim yang didanai. Tapi kami sadar ada tanggung jawab besar yang harus kami lakukan," ujarnya.
Maka ia sangat berharap penelitian timnya dapat menjadi referensi untuk penelitian- penelitian selanjutnya. Sehingga akan terus berkembang dan termanfaatkan.
Lomba riset ini dibuka sejak Juni 2020 dan diumumkan pada Agustus dengan 837 pendaftar. Namun hanya 30 proposal yang didanai.
Penelitian mulai dilakukan pada September 2020 dan berakhir pada April 2021.
Ditambahkan Tri Widyaningsih, anggota tim, proses budidaya tanaman kelapa sawit memiliki satu hambatan yang hingga saat ini belum teratasi. Yaitu Busuk Pangkal Batang (BPB).
Sehingga perlu adanya pengaplikasian inovasi ilmiah terbaru ramah lingkungan dan ekonomis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tim-riset-unisma-meneliti-limbah-cangkang-udang-untuk-membasmi-jamur-genoderma-sp.jpg)