Daftar Daerah di Jatim yang Berpotensi Terdampak La Nina, Termasuk Malang Raya dan Perairan Surabaya
22 daerah di Jatim berpotensi terdampak La Nina termasuk Malang Raya dan Perairan Surabaya.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - 22 daerah di Jatim berpotensi terdampak La Nina.
Anomali iklim La Nina ini membuat sejumlah perubahan di Jawa Timur, seperti penurunan suhu, datangnya musim hujan lebih awal dengan peningkatan intensitas, dan juga menyebabkan sejumlah potensi bencana, misalnya banjir, longsor hingga puting beliung.
"Bedasarkan data dari BMKG, La Nina dapat menyebabkan akumulasi curah hujan naik 25 persen," kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (21/10/2020).
Khofifah minta semua pihak segera memitigasi setiap potensi kebencanaan dari hulu hingga hilir.
Sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Timur berpotensi terdampak anomali La Nina ini, khusunya di kawasan pesisir utama dan juga selatan.
Misalnya yang perlu diwaspadai curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat berpotensi terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur seperti di Kabupaten Malang, Kota Malang, Probolinggo, Lumajang, Banyuwangi, Trenggalek, dan Kota Batu.
Selain itu juga berpotensi terjadi di Kabupaten Jember, Jombang, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Kabupaten dan Kota Blitar, Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Pacitan, Ngawi.
Kondisi tersebut diprakirakan akan terjadi hingga 3 hari ke depan.
Selain itu perlu diwaspadai potensi gelombang tinggi untuk beberapa hari kedepan yaitu di Perairan selatan Jawa Timur dan Samudera Hindia Selatan Jawa Timur yang diprakirakan ketinggian gelombang dapat mencapai ketinggian 3,5 meter.
Serta juga ada potensi kondisi cuaca buruk di wilayah Laut Jawa bagian utara Bawean, Laut Jawa bagian selatan Bawean Perairan Tuban-Lamongan, Perairan Gresik-Surabaya, Perairan Kepulauan Sapudi dan Perairan Kepulauan Kangean.
Masyarakat di wilayah tersebut dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan angin kencang, sambaran petir, pohon tumbang dan jalan licin.
“Saya meminta BMKG bersama BPBD memetakan secara detail setiap daerah memiliki potensi dampak bencana yang seperti apa agar saling terkonfirmasi sehingga bisa bersama sama melakuakn mitigasi,” tegas Khofifah.
Terutama pada jalur jalur evakuasi kepada masyarakat jika terdapat bencana banjir, longsor ataupun angin puting beliung.
Untuk itu, Seluruh intansi kebencanaan harus melakukan antisipasi bersama yang harus segera dibuat item yang lebih terukur mulai dari hulu hingga hilir.
"Saya minta ini harus di detailkan, baik BMKG, BPBD, Dinsos, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, hingga Bappeda dan seluruh instansi kebencanaan untuk mengantisipasi adanya dampak yang terjadi."