Pilbup Trenggalek

Pilkada Kala Pandemi, KPU Target Angka Kehadiran Pemilih Pilbup Trenggalek Tembus 70 Persen

KPU Trenggalek menargetkan kehadiran pemilih saat pencoblosan Pilbup Trenggalek mencapai sekitar 70 persen.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/kolase Kompas.com/TribunnewsWiki.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - KPU Trenggalek menargetkan kehadiran pemilih saat pencoblosan Pilbup Trenggalek mencapai sekitar 70 persen.

Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 581.880 orang, target itu setara dengan 407.316 suara.

Target tersebut dibuat berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi saat hari H pemilihan.

Ketua KPU Trenggalek, Gembong Derita Hadi mengatakan pandemi covid-19 berpotensi untuk mempengaruhi orang berangkat ke TPS.

"Sebenarnya kami sudah memastikan penerapan protokol kesehatan, seperti petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) wajib rapid test, menyiapkan tempat cuci tangan, makser, ukur suhu tubuh, menyediakan sarung tangan plastik, dan lain-lain," ucap Gembong kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (25/10/2020).

Faktor musim pun turut mempengaruhi orang datang ke TPS.

Ketika pencoblosan berlangsung saat hujan deras turun, ada potensi orang segan datang untuk mencoblos.

"Kan Desember ini masuk musim hujan," ujar Gembong.

Agar pemilih memberikan hak suaranya ke TPS, KPU Trenggalek gencar sosialisasi.

Karena pencoblosan berlangsung di kala pandemi, KPU juga menjelaskan ke masyarakat dalam sosialisasi soal penerapan protokol yang ada di KPU.

Sehingga, para pemilih bisa punya gambaran soal penekanan tingkat risiko penyebaran virus SARS-CoV-2 di tempat pemungutan suara.

"Misalnya, agar aman, KPU di TPS juga menyediakan bilik khusus untuk pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celcius," terang Gembong.

Gembong mengakui sosialisasi yang sudah berjalan tidak cukup untuk menggugah pemilih berangkat ke TPS.

Untuk itu, pihaknya akan menyosialisasikan ulang secara lebih personal saat pengiriman surat undangan ke rumah-rumah warga.

Nantinya, petugas KPPS yang akan menyampaikan sosialisasi itu dan dialog dengan para pemilih.

Harapannya, cara itu akan efektif untuk mendorong tingkat kehadiran pemilih pada Pilkada yang diikuti oleh dua pasangan calon bupati dan wakil bupati tahun ini.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved