Breaking News:

Berita Blitar Hari Ini

Buat Status Jelekan Polisi Soal Operasi Yustisi di Facebook, Pria Blitar Diperiksa

Akun itu memposting status yang diduga bernada ujaran kebencian terkait Operasi Yustisi polisi di grup Facebook Informasi Hiburan Blitar

Penulis: Samsul Hadi | Editor: isy
samsul hadi/suryamalang.com
Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Ardi Purboyo didampingi Kasubag Humas menunjukkan postingan status ujaran kebencian di Facebook, Senin (26/10/2020). 

SURYAMALANG.COM | BLITAR - Akun Facebook Ayahe Himawari milik Ardiansyah (38), warga Desa Gandekan, Wonodadi, Kabupaten Blitar, mendadak viral. Akun itu memposting status yang diduga bernada ujaran kebencian di grup Facebook Informasi Hiburan Blitar.

Akun Ayahe Himawari memposting status bernada menjelekan polisi terkait pelaksanaan Operasi Yustisi pada Kamis (22/10/2020).

Bunyi status, yaitu, "Polisi untung pedagang buntung. Polisi ra due duit garek metu golek sing ra gae masker trus ditilang. Pedagang lek ora onok tontonan ra entok duit. Dodolan ning embong ra gae masker di tilang polisi. Asuuuu polisi oleh bati akeh".

Arti dari status itu, polisi seperti anjing, di mana kalimat tersebut mengungkapkan rasa kekesalan penulis status kepada anggota Polri terkait pelaksanaan Operasi Yustisi.

Satreskrim Polres Blitar Kota akhirnya memanggil Ardiansyah pemilik akun Facebook Ayahe Himawari untuk mengklarifikasi masalah itu.

Ardiansyah mengakui menulis status itu di grup Facebook Informasi Hiburan Blitar.

"Kami sudah memanggil yang bersangkutan Sabtu (24/10/2020). Dia datang ke Polres diantar keluarganya. Kami sudah mengklarifikasi soal postingan status itu ke yang bersangkutan. Yang bersangkutan mengakui menulis status itu," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Ardi Purboyo, Senin (26/10/2020).

Ardi mengatakan, Ardiansyah menulis status karena jengkel dengan sikap polisi setelah mendengar cerita dari temannya.

Teman Ardiansyah bercerita baru terkena Operasi Yustisi dan terkena denda Rp 250.000.

"Setelah mendapat cerita dari temannya, yang bersangkutan menulis status itu tanpa cross check dulu. Yang bersangkutan mengaku jengkel dengan polisi setelah mendengar cerita dari temannya soal Operasi Yustisi," ujarnya.

Dikatakannya, saat diklarifikasi, Ardiansyah mengakui khilaf menulis status itu.

Dia menulis status itu karena jengkel.

Ardiansyah diminta untuk menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami memberi pembinaan kepada yang bersangkutan. Dia sudah minta maaf dan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved