Berita Malang Hari Ini
Melihat Pandangan Kota Malang ke Depan Pasca Pandemi Covid-19
Pemerintah kini juga disibukkan dengan penanganan Covid-19, tetapi di sisi lain juga diharuskan untuk memulihkan kembali pertumbuhan ekonomi.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : M Rifky Edgar H, Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Banyak dari masyarakat yang masih bertanya-tanya tentang kehidupan yang bakal dijalani pasca pandemi Covid-19.
Perlu diketahui, bahwa pandemi Covid-19 hingga sampai saat ini masih belum berakhir.
Pemerintah pun kini juga disibukkan dengan penanganan Covid-19, tetapi di sisi lain juga diharuskan untuk memulihkan kembali pertumbuhan ekonomi.
Oleh karenanya, seorang kepala daerah diharuskan untuk memiliki sebuah kebijakan pasca pandemi Covid-19. Hal tersebut tercermin dalam talk show bertajuk "Menyambut Hari Kota Dunia: Kota Pasca Corona" pada Selasa (27/10/2020).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji yang menjadi narasumber, Koordinator Karina Yogyakarta, Johan Rachmat Santoso, dan penggiat lingkungan, Ranitya Nurlita.
Dalam kesempatan tersebut, Sutiaji diminta untuk memaparkan tentang pandangan Kota Malang ke depan pasca pandemi Covid-19.
Sutiaji menjelaskan, sejumlah kebijakan yang telah dia lakukan, saat adanya Covid-19 hingga penanganan Covid-19 yang kini menjadi prioritas dirinya untuk Kota Malang.
Menurut Sutiaji, langkah yang bakal dia lakukan untuk Kota Malang ke depan pasca pandemi Covid-19 ialah berkaitan dengan insfratruktur penataan kota di bidang kesehatan.
"Yang terpenting adanya keterjangkauan layanan bagi semua masyarakat untuk akses kesehatan inklusif. Kemudian peran serta pada usaha kesehatan berbasis masyarakat yang berorientasi promotif dan preventif," ucapnya.
Sutiaji mengatakan, sebenarnya permasalahan utama yang dihadapi ialah berkaitan dengan pengentasan kawasan kumuh di Kota Malang. Kata Sutiaji, pandemi Covid-19 adalah berkaitan dengan kesehatan.
Oleh karenanya, pengentasan kawasan kumuh di Kota Malang menjadi perhatian dirinya untuk Kota Malang ke depan. Agar lingkungan di Kota Malang menjadi lebih sehat.
"Saat ini sudah 88 persen kawasan kumuh di Kota Malang sudah tertangani. PR kita tinggal 12 persen. Itu yang saya rasa harus ditangani dengan serius di masa depan," ucapnya.
Selanjutnya, untuk menata Kota Malang pasca pandemi Covid-19 ialah pentingnya dalam melakukan manajemen pengelolaan perkotaan yang tangguh.
Di antaranya melalui kampung tangguh, mall tangguh dan lain sebagainya.
Sebelum melangkah ke manajemen pengelolaan perkotaan yang tangguh, Sutiaji menyampaikan terlebih dulu pentingnya mengajak masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.
Hal tersebut penting untuk dilakukan, karena membangun sebuah karakter dari masyarakat.
Ketika disiplin tersebut sudah menjadi sebuah karakter, Sutiaji optimis, ketangguhan dari masing-masing warga akan terbangun.
Masyarakat jadi lebih tangguh terhadap bencana alam baik non alam. Maupun menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi bersama seperti pandemi Covid-19.
"Maka dari itu, pendidikan karakter sejak dini itu perlu dilakukan. Makannya kami fokus untuk membangun pendidikan karakter. Karena kalau sudah terbentuk. Masyarakat akan lebih disiplin dalam menjaga dirinya sendiri," ungkapnya.
Selanjutnya, prioritas ke depan yang kini sedang dilakukan ialah membangkitkan kembali gairah ekonomi di Kota Malang.
Salah satunya melalui digitalisasi pasar rakyat, maupun pendampingan yang berkelanjutan kepada para UMKM di Kota Malang.
Sutiaji pun menuangkannya ke dalam program Malpro (Malang Beli Produk Lokal). Program tersebut mendorong penguatan pelaku ekonomi lokal agar bisa bertahan di masa pandemi.
Selain itu, pihaknya juga mendorong penguatan kapasitas manajemen agar UMKM di Kota Malang bisa naik kelas dalam memasarkan produknya.
Salah satunya melalui, beragam kegiatan yang menghadirkan lembaga ataupun narasumber yang berkompeten. Yang nantinya mengarah kepada kebijakan pengembangan Kota Malang sebagai role model Ekonomi Kreatif.
"Karena kota Malang ini sudah masuk 4.0 itu yang harus jadi perhatian bersama. Termasuk program smart city. Kalau smart kan cerdas. Ketika itu dilakukan masyarakat tidak buta dengan sebuah kebijakan. Itu yang perlu dikuatkan untuk menata ekonomi kita," ucapnya.
Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini kata Sutiaji harus dilakukan secara bersama-sama. Oleh karenanya, program pentahelix yang melibatkan masyarakat, komunitas, maupun instansi lainnya perlu dikuatkan dan disinergikan bersama.
"Karena pembangunan kita ke depan mengarah ke kota sehat. pembangunan kita harus imbang dan balance. Terutama terkait kebutuhan yang berkaitan penguatan ekonomi, maupun meningkatkan imunitas masyarakat di saat pandemi Covid-19 ini. Jadi perlu kolaborasi antar bersama," tandasnya.